⌂ Beranda News Iran Peringatkan AS: Penuhi Komitmen Perjanjian atau Hadapi Konsekuensi

Iran Peringatkan AS: Penuhi Komitmen Perjanjian atau Hadapi Konsekuensi

Iran Peringatkan AS: Penuhi Komitmen Perjanjian atau Hadapi Konsekuensi
Bendera Iran dan Amerika Serikat di atas meja negosiasi
A A Ukuran Teks16px

Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Baqer Qalibaf, mengeluarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat untuk tidak mengingkari komitmen dalam potensi nota kesepahaman atau perjanjian dengan Republik Islam tersebut.

Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu (13/6/2026) menyusul pembahasan rancangan kesepakatan baru yang diharapkan dapat meredakan ketegangan regional.

>>> Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT Tersangka Korupsi Gizi Nasional

Qalibaf menekankan pentingnya kepatuhan mutlak terhadap kesepakatan yang akan datang. "Komitmen yang dibuat harus ditepati.

Tidak ada jika, tidak ada tetapi, tidak ada alasan," tegasnya melalui unggahan di media sosial X.

Ia menambahkan bahwa bagi kesepakatan mendatang, tidak ada alternatif lain selain menepati janji. "Anda menuai apa yang Anda tabur," ujarnya, mengindikasikan konsekuensi dari ketidakpatuhan.

Sebelumnya, Qalibaf juga telah memperingatkan AS agar tidak melakukan agresi baru atau menargetkan infrastruktur energi Iran. Ia menyebut operasi balasan Iran telah membingungkan Presiden AS Donald Trump.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menguraikan garis besar potensi nota kesepahaman yang disebut Memorandum Kesepahaman Islamabad.

>>> John Field Akui Beri Rp 30 Miliar ke Ahmad Dedi Terkait Suap Bea Cukai

Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB, ia menyatakan bahwa pengumuman berakhirnya perang akan dilakukan di semua front, termasuk Lebanon.

Araghchi menjelaskan bahwa usulan tersebut akan menjadi dasar negosiasi untuk pencabutan sanksi, program nuklir, dan pengaturan keamanan regional.

Proses ini akan dibagi dalam dua fase, dengan fase kedua diperkirakan berlangsung selama 60 hari dan opsi perpanjangan jika ada kemajuan.

Namun, ia memperingatkan bahwa jika kemajuan yang cukup tidak tercapai, proses tersebut tidak akan menghasilkan perjanjian akhir dan situasi akan kembali seperti semula.

>>> Prabowo Subianto: Pemerintah Terbuka Menerima Kritik demi Demokrasi

Araghchi mengingatkan kembali ketidakpatuhan pihak lawan di masa lalu, menyatakan, "Mereka memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengingkari janji mereka."

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru