⌂ Beranda News Mengenali Perilaku Pasif-Agresif: Lima Ciri Utama yang Merusak Hubungan

Mengenali Perilaku Pasif-Agresif: Lima Ciri Utama yang Merusak Hubungan

Mengenali Perilaku Pasif-Agresif: Lima Ciri Utama yang Merusak Hubungan
Ilustrasi perilaku pasif-agresif dalam hubungan
A A Ukuran Teks16px

Perilaku pasif-agresif merupakan metode mengekspresikan kekecewaan, kejengkelan, atau penolakan secara terselubung.

Individu dengan tabiat ini sering terlihat ramah di permukaan, namun tindakan mereka justru mengirimkan sinyal emosional yang kontradiktif.

>>> Wanapix Aldelis Tantang Ence Marin di Final Playoff Promosi

Lima Ciri Perilaku Pasif-Agresif

1. Menerapkan Aksi Diam

Memilih untuk menghentikan komunikasi atau memberikan perlakuan diam menjadi indikator yang paling sering dijumpai. Konfrontasi langsung dihindari dan diganti dengan pemutusan kontak sebagai bentuk hukuman psikologis.

Tindakan tersebut memicu kebingungan bagi lawan bicara karena penyebab utama konflik tidak pernah diutarakan dengan jelas.

Penelitian dari Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa penolakan komunikasi saat konflik justru mengikis kepuasan relasi dan memperlebar jarak emosional.

2. Menyampaikan Sindiran Terselubung

Ketidakpuasan emosional kerap disalurkan lewat untaian kalimat sindiran alih-alih disampaikan secara jujur. Pelaku pasif-agresif cenderung menyembunyikan rasa gusar di balik komentar yang dikemas menyerupai gurauan atau kritik halus.

Sebagai contoh, saat menghadapi seseorang yang terlambat, mereka akan melontarkan kalimat bernada sarkasme seperti, "Wah, hebat ya, akhirnya datang juga."

Gaya bicara ini menjadi sarana meluapkan kekesalan tanpa harus melewati risiko konfrontasi tatap muka.

3. Menyangkal Perasaan Asli

Penolakan terhadap emosi diri sendiri menjadi pola pertahanan yang sering diperlihatkan oleh figur pasif-agresif.

Pernyataan bahwa kondisi mereka baik-baik saja kerap bertolak belakang dengan ekspresi wajah maupun intonasi suara yang ketus.

Ketidakselarasan antara pesan verbal dan emosi ini dapat memicu kerancuan dalam hubungan interpersonal. Dampaknya, persoalan krusial yang semestinya diselesaikan justru mengendap dan menumpuk tanpa jalan keluar.

>>> Tribun Kosong di Piala Dunia 2026 Picu Kritik Terhadap Kebijakan Harga Tiket

4. Menunda Kewajiban Secara Sengaja

Manifestasi sikap pasif-agresif juga dapat dideteksi melalui tindakan menunda pekerjaan atau tanggung jawab secara sengaja.

Komitmen untuk menuntaskan tugas mungkin saja disetujui, namun proses eksekusinya dibuat lambat atau bahkan dibiarkan terbengkalai.

Fenomena ini umumnya bukan dipicu oleh faktor kelalaian atau ketidakmampuan, melainkan wujud resistensi terselubung.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru