Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memperbarui dokumen resmi yang memuat daftar entitas industri militer asal China. Produsen otomotif BYD kini resmi masuk dalam daftar hitam tersebut.
Selain BYD, sejumlah perusahaan besar lain seperti Alibaba, Baidu, EVE Energy, Hesai, Robosense, WuXi AppTec, TP-Link, dan Unitree juga ikut terseret.
>>> Intel Pasok Tiga Juta Chip TPU untuk Google pada 2028
Alasan Pencantuman BYD
Pentagon menyatakan BYD terindikasi memiliki hubungan, langsung maupun tidak langsung, dengan Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara (SASAC) China.
BYD juga disebut terkait dengan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) China.
Dalam dokumen resmi, BYD dianggap sebagai kontributor fusi militer-sipil terhadap basis industri pertahanan China. Hal ini karena afiliasinya dengan MIIT dan lokasinya di zona perusahaan fusi militer-sipil.
>>> Polisi Evakuasi Pelaku Narkoba Usai Dikepung Massa di Ciledug
Bantahan BYD
Manajemen BYD segera merilis pernyataan resmi untuk menyangkal seluruh tuduhan.
Pabrikan asal Shenzhen ini menegaskan unit bisnisnya murni bergerak di sektor sipil dan tidak terlibat aktivitas pertahanan nasional China.
BYD menyatakan pencantuman nama mereka dalam daftar hitam tidak akan mengganggu operasional bisnis global. Perusahaan menganggap tidak ada pembenaran untuk dimasukkan ke dalam daftar tersebut.
>>> Polda Metro Jaya Tangkap Pemuda Bersenjata Tajam di Jakarta
Pernyataan itu disampaikan BYD dalam dokumen yang diajukan ke Bursa Efek Hong Kong.