Penyerahan dilakukan langsung oleh anak buah John, Andri.
Untuk Kementerian Perdagangan, dana diberikan kepada empat orang bernama Aldison, Ronald, Rangga, dan Michael. Andri menyerahkan uang tersebut langsung kepada mereka.
Andri mengaku tidak ingat berapa kali menyerahkan uang pada 2025. Ia juga tidak tahu jumlah pasti karena uang sudah dikemas dan diambil dari Andreas Budi Santoso.
KPK juga menyita barang bukti dari kediaman RZL, ORL, dan PT BR serta lokasi lain yang diduga terkait tindak pidana.
Total nilai barang bukti mencapai Rp 40,5 miliar.
Penyitaan dilakukan sejak operasi tangkap tangan pada 4 Februari 2026 di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Kuasa hukum Ahmad Dedi membantah klaim John bahwa Dedi bekerja di BIN.
Mereka menegaskan Dedi adalah ASN murni di Bea Cukai sejak awal karier dan tidak pernah pindah instansi.
>>> MPR Gelar LCC Empat Pilar untuk Perkuat Karakter Siswa Kaltim
Sidang perkara dugaan suap importasi ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi mahkota.