⌂ Beranda News Investor SpaceX Raup Untung Besar Usai Target Valuasi IPO Tembus Rp 1.343 Triliun

Investor SpaceX Raup Untung Besar Usai Target Valuasi IPO Tembus Rp 1.343 Triliun

Investor SpaceX Raup Untung Besar Usai Target Valuasi IPO Tembus Rp 1.343 Triliun
Ilustrasi rencana IPO SpaceX yang berpotensi mengubah arah aliran modal global
A A Ukuran Teks16px

Langkah investasi ini selaras dengan tesis Ark yang lebih luas mengenai konvergensi teknologi.

Perusahaan tersebut berada di persimpangan beberapa tema inovasi utama, termasuk kecerdasan buatan, robotika, serta sistem penyimpanan energi.

Ark Invest meyakini fase pertumbuhan berikutnya tidak hanya ditopang oleh bisnis peluncuran Falcon 9 dan jaringan satelit Starlink.

Kehadiran Starship sebagai sistem roket generasi terbaru diproyeksikan mampu membuka peluang komersial baru di luar angkasa.

"Bagi pemegang saham jangka panjang, IPO akan memberikan akses yang lebih luas ke perusahaan yang kami yakini masih berada di tahap awal penciptaan nilai," kata Ark Invest.

Fidelity Investments menjadi manajer aset tradisional yang memperoleh keuntungan besar.

Perusahaan yang berbasis di Boston ini masuk lebih awal melalui mantan manajer portofolio Gavin Baker, yang mulai membeli saham pada 2015 saat valuasi SpaceX masih di kisaran 10 miliar dolar AS.

Per tanggal 31 Maret, SpaceX berkontribusi sebesar 4,7 persen dari Fidelity Contrafund yang bernilai 177 miliar dolar AS.

Saham ini juga merepresentasikan 3,3 persen dari Fidelity Blue Chip Growth Fund senilai 103 miliar dolar AS, serta 2,6 persen dari Fidelity Growth Company Fund yang nilainya mendekati 99 miliar dolar AS.

Nilai Kelangkaan Akses Saham

Keuntungan luar biasa ini tidak sekadar menunjukkan pertumbuhan nilai bisnis, melainkan mencerminkan nilai kelangkaan akses modal.

>>> 5 Kota di Indonesia yang Dianggap Biasa Saja oleh Turis Asing

Salah satu pendiri dan Direktur Pelaksana Rainmaker Securities, Greg Martin, menyebutkan bahwa para investor tersebut berani mengambil risiko bersama Elon Musk sejak awal.

"Setelah mereka mengambil risiko dengan Elon, posisi tabel kapitalisasi jangka panjang ternyata sangat langka karena tabel kapitalisasi dikelola dengan sangat ketat," ungkap dia.

Martin menjelaskan, berbeda dari mayoritas perusahaan yang disokong modal ventura yang rutin memperluas basis pemegang saham, SpaceX menerapkan kendali ketat mengenai pihak yang dapat masuk sebagai investor.

Dampaknya, pemilik modal yang mengamankan posisi sejak fase awal berkesempatan besar mengikuti putaran pendanaan lanjutan yang tertutup bagi lembaga lain.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru