"Taruhan awal mereka pada Elon tidak hanya membuahkan hasil untuk investasi awal, tetapi juga memungkinkan mereka untuk mengerahkan lebih banyak modal ketika bisnis tersebut semakin terbukti sukses," ujar Martin.
Skema dinamis ini sukses mengubah investasi awal yang relatif moderat menjadi posisi aset bernilai miliaran dolar.
Perusahaan modal ventura Founders Fund tercatat mulai menyokong bisnis ini sejak 2008, sedangkan hedge fund seperti Coatue dan D1 memperoleh eksposur lewat putaran pendanaan swasta berikutnya.
Keterlibatan Dana Pensiun dan Kampus
Sejumlah dana pensiun dan dana abadi universitas turut bersiap memetik keuntungan besar dari IPO ini.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana pertumbuhan perusahaan memberikan dampak positif bagi lembaga yang mengelola dana pensiun, beasiswa, hingga penelitian akademis.
Dana Pensiun Guru Ontario menginvestasikan dana lebih dari 200 juta dolar AS pada 2019 melalui instrumen investasi teknologi yang baru dibentuk.
Pengelola dana pensiun kala itu menilai korporasi ini sebagai peluang investasi menarik karena rekam jejaknya dalam mendisrupsi teknologi peluncuran serta potensi pasar broadband satelit.
Dana abadi universitas juga muncul sebagai penerima manfaat utama.
Universitas Washington di St. Louis menginvestasikan dana sekitar 50 juta dolar AS hampir satu dekade lalu, dan kini nilai kepemilikan saham tersebut melonjak drastis hingga mencakup lebih dari 10 persen dari total dana abadi universitas yang berjumlah sekitar 17 miliar dolar AS.
Lonjakan Kekayaan Elon Musk
Pasca SpaceX resmi melantai di bursa saham, Elon Musk mencatatkan sejarah sebagai orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan menembus angka lebih dari 1 triliun dolar AS.
Pencapaian ini terwujud setelah saham perusahaan mencatat debut yang kuat pada perdagangan perdana.
Perusahaan menetapkan harga IPO sebesar 135 dolar AS per saham sebelum diperdagangkan menggunakan kode emiten SPCX.
Pada hari pertama di pasar modal, saham dibuka pada level 150 dolar AS dan sempat menyentuh posisi 158 dolar AS per lembar.
Pendiri sekaligus CEO perusahaan tersebut menguasai sekitar 42 persen saham melalui struktur saham ganda yang memberinya hak suara sebesar 82 persen.
Dengan harga saham di kisaran 158 dolar AS, nilai kepemilikan Musk diestimasi mencapai sekitar 869,4 miliar dolar AS atau setara Rp 15.595 triliun dengan kurs Rp 17.941 per dolar AS.
Di samping kepemilikan di industri luar angkasa, Musk merupakan pemegang saham terbesar di Tesla dengan kepemilikan sekitar 717 juta lembar saham.
Dengan harga saham Tesla di kisaran 388 dolar AS per saham, nilai kepemilikan Musk di perusahaan tersebut mencapai 278,2 miliar dolar AS atau setara Rp 4.991 triliun.
Jika kedua aset utama tersebut digabungkan, nilai total kepemilikan kekayaan Musk di SpaceX dan Tesla menembus angka sekitar 1,15 triliun dolar AS atau setara Rp 20.586 triliun.
>>> Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai IPO SpaceX
Akumulasi jumlah ini belum mencakup kepemilikan aset lain seperti Neuralink, The Boring Company, serta instrumen investasi lainnya.