⌂ Beranda News Protes IPO SpaceX di New York: Soroti Ketimpangan Ekonomi

Protes IPO SpaceX di New York: Soroti Ketimpangan Ekonomi

Protes IPO SpaceX di New York: Soroti Ketimpangan Ekonomi
Warga New York menggelar aksi protes di depan kantor JPMorgan Chase terkait IPO SpaceX.
A A Ukuran Teks16px

Sekelompok warga di Kota New York menggelar aksi unjuk rasa memprotes penawaran umum perdana saham (IPO) SpaceX.

Aksi ini berlangsung pada Minggu (14/6/2026) dan menyoroti kekhawatiran bahwa IPO tersebut dapat memperlebar ketimpangan ekonomi.

>>> Prabuwangi Park Bandung Jadi Tuan Rumah Ratusan Kendaraan Kustom Kultur

Demonstrasi diadakan di depan kantor pusat JPMorgan Chase & Co. di Park Avenue, yang berperan sebagai salah satu penjamin emisi IPO SpaceX.

Para pengunjuk rasa mengecam kesenjangan pendapatan yang meningkat serta spekulasi berlebihan di pasar keuangan Amerika Serikat.

Natalia Renta, Associate Director of Corporate Governance and Power di kelompok advokasi Americans for Financial Reform, menyatakan bahwa kondisi ini memungkinkan investor awal yang kaya untuk mencairkan keuntungan mereka.

Sementara itu, penabung dan investor kecil berisiko menanggung kerugian.

Gelombang protes ini juga menyoroti jurang perekonomian di Amerika Serikat yang semakin lebar. Hal ini disebabkan oleh lonjakan harga saham dan investasi masif di sektor kecerdasan buatan (AI).

Di sisi lain, masyarakat menghadapi tekanan inflasi dan lonjakan biaya perumahan.

Para pengunjuk rasa turut mengkritik langkah Nasdaq Inc. yang mengubah aturan. Perubahan ini bertujuan memangkas waktu bagi perusahaan besar seperti SpaceX untuk masuk ke indeks utama.

>>> PT Niramas Utama Tbk (JELI) IPO, Targetkan Dana Rp 392 Miliar

Aturan baru ini berpotensi memaksa dana investasi pasif membeli saham SpaceX, meskipun valuasinya yang mencapai 2 triliun dollar AS dianggap spekulatif dan masih merugi.

Kritik terhadap pendiri SpaceX, Elon Musk, juga meluas setelah sebelumnya muncul patung sindiran di Times Square pada Kamis (11/6/2026).

Instalasi tersebut menyoroti chatbot AI bernama Grok yang dituding menghasilkan konten pornografi anak.

Demonstrasi di depan kantor JPMorgan pada Jumat (12/6/2026) diorganisasi oleh kelompok Stop Funding Billionaires.

Menjelang aksi berakhir, jumlah peserta yang bertahan menyusut menjadi sedikit lebih dari 20 orang.

Salah seorang penyelenggara aksi, Jonathan Westin, menyampaikan bahwa masyarakat merasa hidup di masa ketika uang para pekerja diinvestasikan ke dalam mimpi-mimpi liar kalangan miliarder, industri AI, dan perusahaan teknologi.

>>> Brasil Ditahan Imbang Maroko, Vinicius Junior Desak Kemenangan Kontra Haiti

Ia menambahkan bahwa mereka menjual rencana yang mungkin tidak pernah terwujud.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru