BYD Motor Indonesia memperkenalkan model terbarunya, M6 DM, ke pasar otomotif nasional. Mobil ini hadir untuk meramaikan segmen Multi-Purpose Vehicle (MPV) keluarga kelas menengah yang sangat kompetitif.
Peluncuran ini menandai langkah strategis BYD untuk bersaing langsung dengan pemain lama seperti Toyota Avanza, Veloz, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, dan Hyundai Stargazer.
>>> Protes IPO SpaceX di New York: Soroti Ketimpangan Ekonomi
BYD M6 DM menawarkan pendekatan berbeda melalui teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) berbasis Dual Mode (DM).
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menjelaskan bahwa kehadiran M6 DM merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat akan kendaraan keluarga yang nyaman, fleksibel, dan efisien.
Tujuannya adalah membantu menekan biaya mobilitas di tengah fluktuasi harga energi.
Teknologi Dual Mode pada BYD M6 DM dirancang dengan basis EV-oriented, menjadikan motor listrik sebagai penggerak utama dalam berbagai kondisi berkendara.
>>> Prabuwangi Park Bandung Jadi Tuan Rumah Ratusan Kendaraan Kustom Kultur
Mesin bensin hanya akan aktif ketika membutuhkan tenaga ekstra atau saat daya baterai menipis.
Skema ini diklaim mampu mengurangi biaya perawatan berkala hingga 30 persen lebih rendah dibandingkan MPV bermesin bensin konvensional, berdasarkan simulasi penggunaan tiga tahun.
BYD M6 DM hadir dalam dua karakter berbeda untuk pasar Indonesia: varian Classic yang berfokus pada efisiensi, dan varian Cross yang menawarkan tampilan lebih dinamis.
Harga resmi BYD M6 DM dipasarkan mulai dari Rp 298 juta untuk tipe Standard varian Classic.
>>> PT Niramas Utama Tbk (JELI) IPO, Targetkan Dana Rp 392 Miliar
Varian lainnya meliputi Classic Dynamic seharga Rp 318 juta, Cross Advanced Rp 360 juta, Cross Superior Rp 380 juta, dan Cross Superior Captain Seat Rp 390 juta.