⌂ Beranda News Prospek IHSG Sepekan ke Depan di Tengah Libur Tahun Baru Islam

Prospek IHSG Sepekan ke Depan di Tengah Libur Tahun Baru Islam

Prospek IHSG Sepekan ke Depan di Tengah Libur Tahun Baru Islam
Grafik pergerakan IHSG
A A Ukuran Teks16px

Namun, jika mencermati dua candle terakhir, pergerakan IHSG mulai kehilangan momentum. Candle pertama membentuk pola spinning top yang mengindikasikan keragu-raguan di kalangan pelaku pasar.

Pada candle terakhir, IHSG sempat menembus (breakout) area spinning top sebelumnya selama perdagangan berlangsung. Hal ini sempat memunculkan optimisme di kalangan investor.

Namun pada akhirnya, IHSG ditutup dengan membentuk pola shooting star dan gagal menembus area resistance spinning top. Kondisi tersebut kembali memunculkan keraguan di pasar.

“Dengan kondisi tersebut, secara teknikal IPOT melihat IHSG pada pekan ini berpotensi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat apabila berhasil breakout dari pola shooting star.

>>> Reijnders dan Koeman Dikritik Usai Belanda Imbang Lawan Jepang

Sebaliknya, IHSG berpotensi melemah apabila mengalami breakdown dari pola tersebut. Adapun level resistance berada di 6.286, sementara level support berada di 5.695,” paparnya.

Rekomendasi Saham IPOT

Merespons dinamika pasar, IPOT merekomendasikan sejumlah saham dalam sepekan ke depan. Pertama, Buy on Pullback untuk TPIA dengan target price (TP) 2.070.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dicermati setelah aksi shareholding rebalancing oleh SCG Chemicals (SCGC). SCGC menurunkan porsi kepemilikannya dari 29,38 persen menjadi 15,71 persen.

Meski kepemilikannya berkurang, SCGC menegaskan tetap menjadi pemegang saham strategis jangka panjang. Fundamental dan arah bisnis TPIA tidak berubah.

Transaksi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan porsi saham publik (free float) TPIA menjadi sekitar 25,7 persen.

Peningkatan free float berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan menarik minat investor institusi global.

Kedua, Buy untuk MNCN dengan entry 214 dan target price 230. MNCN mulai bergerak sideways yang mengindikasikan tekanan jual cenderung mereda.

Saham ini juga memperlihatkan potensi reversal yang ditunjukkan oleh terbentuknya pola double bottom.

Pada time frame yang lebih kecil terlihat pola bullish harami yang berhasil melakukan rejection di area MA50.

Ketiga, Buy on Breakout untuk MAPI dengan entry 1.525 dan target price 1.645. Rekomendasi ini diberikan menyusul adanya aksi korporasi signifikan di tingkat manajemen.

Perseroan mengalami perubahan pengendali baru melalui proses akuisisi saham bernilai besar. Pacific Universal Investments Pte.

Ltd. resmi mengambil alih kepemilikan dengan mengakuisisi 51 persen saham Perseroan. Nilai transaksi dalam aksi akuisisi strategis tersebut dilaporkan mencapai Rp 11,8 triliun.

Keempat, Buy Obligasi FR0091 dengan kupon 6,5 persen, yield 7,35 persen, dan estimasi harga 95,45.

Obligasi pemerintah kembali menarik untuk dicermati setelah yield-nya naik mendekati area resistance.

Kondisi tersebut membuka peluang akumulasi pada level valuasi yang lebih murah. Yield berada di titik balik pergerakan historisnya dalam beberapa tahun terakhir.

Tekanan pada pasar obligasi domestik diperkirakan mulai mereda seiring stabilisasi rupiah pasca kenaikan suku bunga Bank Indonesia. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga turut mendukung.

Dengan terbatasnya ruang kenaikan yield ke depan, obligasi pemerintah tenor menengah hingga panjang ini berpotensi menawarkan imbal hasil yang menarik.

>>> Yadea Indonesia Tawarkan Subsidi Motor Listrik di Jakarta Fair 2026

Selain itu, terdapat peluang capital gain ketika yield kembali bergerak turun.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru