⌂ Beranda News Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp 17.708 Per Dolar AS

Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp 17.708 Per Dolar AS

Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp 17.708 Per Dolar AS
Grafik kurs rupiah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melonjak tajam sebesar 0,85 persen hingga parkir di level Rp 17.708 pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026).

Penguatan mata uang garuda ini dipicu oleh kesepakatan damai global serta bauran kebijakan moneter di dalam negeri.

>>> Mendagri dan Kepala BPS Teken Pedoman Sensus Ekonomi 2026

Data Bloomberg menunjukkan rupiah sempat menyentuh posisi Rp 17.673,5 atau menguat 1,04 persen pada pukul 11.26 WIB sebelum penutupan.

Penguatan ini terjadi di tengah penurunan indeks dolar AS dan kembalinya aliran modal asing ke aset domestik.

Sentimen Global dan Domestik

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menjelaskan bahwa sentimen eksternal utama berasal dari perjanjian damai antara AS dan Iran.

Kesepakatan itu langsung menurunkan harga minyak mentah dunia, yang menguntungkan posisi Indonesia sebagai net importir minyak.

"Pada perdagangan hari ini utamanya digerakkan oleh faktor global, yaitu tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran," ungkap Sutopo.

"Pengumuman dibukanya kembali Selat Hormuz ini secara instan meruntuhkan permintaan Dolar AS sebagai aset safe-haven dan menyeret Indeks Dolar (DXY) turun ke area 99.5," imbuhnya.

Faktor penopang berikutnya berasal dari kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin sejak Mei untuk memperkuat imbal hasil aset dalam negeri.

Kepastian mengenai aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) juga turut memulihkan kepercayaan investor global.

>>> Omoway Sempurnakan Omo&X Smart Versi Massal Sebelum Kirim ke Konsumen

"Tanpa adanya 'benteng' kenaikan suku bunga yang mendahului kurva (ahead of the curve) ini, Rupiah tidak akan memiliki pijakan yang cukup kuat untuk memanfaatkan momentum pelemahan Dolar AS secara maksimal," terang Sutopo.

Menurutnya, koordinasi bauran kebijakan domestik tersebut memberikan dampak positif dalam menahan tekanan eksternal terhadap mata uang lokal.

"Alhasil, kombinasi antara meredanya tekanan eksternal dan kuatnya fundamental di dalam negeri menciptakan ruang likuiditas yang besar bagi Rupiah untuk mengalami penguatan signifikan hari ini," imbuhnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru