"Kalau kami lihat persepsi alhamdulillah sudah ke tren positif, diharapkan terus meningkat, dengan kebijakan yang sangat baik, terbuka, dan transparan, governance, dan open to input.
Insyaallah jadi momen yang baik ke depannya," ujar Rosan.
Penurunan nilai Indeks Harga Saham Gabungan sekitar 30 persen sepanjang tahun berjalan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi investor karena nilai valuasi yang menjadi relatif murah.
"Kembali lagi ke pada hukum ekonomi, saat melihat fundamental bagus, pertumbuhan bagus, dividen bagus, price to book value di bawah pasar, mereka akan lihat its time to buy," ujar Rosan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang turut hadir memberikan pernyataan bahwa tanggapan positif pasar internasional terhadap obligasi ini menjadi aspek penting yang patut diapresiasi oleh pemerintah.
"Berkaitan dengan masalah global bond bahwa ternyata itu juga kemudian membuktikan kepercayaan investor baik di Amerika maupun Eropa, Asia, terhadap global bond yang diterbitkan oleh Danantara itu sesuatu hal yang perlu kita syukuri," tutup Prasetyo.
>>> Komisi XI DPR Setujui Pagu Indikatif Kemenkeu 2027 Rp49,80 Triliun
Proses penandatanganan transaksi obligasi global perdana ini telah diselesaikan pada 11 Juni 2026. Seluruh dana hasil penerbitan dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.