⌂ Beranda News AS dan Iran Sepakat Akhiri Perang Permanen, Kesepakatan Ditandatangani di Swiss

AS dan Iran Sepakat Akhiri Perang Permanen, Kesepakatan Ditandatangani di Swiss

AS dan Iran Sepakat Akhiri Perang Permanen, Kesepakatan Ditandatangani di Swiss
Bendera Amerika Serikat dan Iran bertemu di Swiss sebagai simbol kesepakatan damai
A A Ukuran Teks16px

Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati penghentian operasi militer secara permanen di seluruh lini, termasuk di Lebanon.

Kesepakatan damai ini diumumkan pada Senin (15/6/2026) dan penandatanganan resmi nota kesepahaman dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat mendatang.

>>> Kemenkeu Pangkas Ego Sektoral untuk Organisasi yang Lebih Lincah

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator, menyampaikan pengumuman tersebut.

Sharif menyatakan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk menghentikan segera dan permanen operasi militer di semua lini.

Proses implementasi awal akan berjalan beriringan dengan pembahasan teknis menjelang upacara peresmian.

Mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan minggu ini untuk mempersiapkan dasar bagi pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi.

Konfirmasi dari Donald Trump dan Dampak Kebijakan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah rampung. Melalui media sosialnya, Trump menyatakan, "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai.

Selamat kepada semua pihak!"

Kesepakatan ini juga berdampak pada kebijakan militer AS di Timur Tengah.

Trump mengumumkan pembukaan blokade perairan demi kelancaran pasokan energi global, termasuk mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol dan pencabutan blokade angkatan laut AS.

>>> Piala Dunia 2026 Dongkrak Penjualan Jersey Timnas di Jakarta

"Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!"

tulis Trump.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan komitmen negaranya terhadap poin-poin dalam Nota Kesepahaman Islamabad.

Ia menyatakan bahwa seluruh ketentuan hukum dalam perjanjian internasional ini akan mulai mengikat kedua belah pihak secara legal pada hari penandatanganan.

Poin krusial dalam perdamaian ini meliputi penghentian permanen dan segera perang di semua front, termasuk Lebanon, serta pencabutan dan penghentian blokade angkatan laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Iran.

Gharibabadi memandang keberhasilan diplomasi ini sebagai kemenangan besar bagi negaranya atas pihak lawan yang menyerang.

Sebelumnya, perjalanan menuju kesepakatan ini sempat menghadapi kendala dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

>>> Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan 16 Juni 2026 Bertepatan Tahun Baru Islam

Donald Trump mengungkapkan kekecewaannya, menyatakan bahwa Netanyahu seharusnya berterima kasih atas upaya tersebut, mengingat potensi ancaman senjata nuklir Iran.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru