"Ini realitanya the rise of outsider. Pertanyaannya bukan siapa mengambil apa, jatah siapa, diambil siapa, bukan.
Tapi lebih dalam dari itu, adalah mengapa ini terjadi?" ungkapnya.
Dunia saat ini memasuki era ketidakpastian yang menuntut para pemimpin masa depan memahami keterkaitan antara dinamika global dan persoalan domestik.
Kemampuan beradaptasi, berpikir terbuka, serta memahami keberagaman menjadi modal penting dalam kepemimpinan.
Pemimpin yang baik adalah sosok yang ditempa oleh perbedaan dan terbiasa berinteraksi dengan beragam pandangan, latar belakang, maupun keyakinan.
"Biasa berbeda, enggak harus selalu homogen dan sama. Tapi sangat terbiasa dengan perbedaan pikiran, pendapat, ideologi, keyakinan, dan semuanya," tandasnya.
>>> Herve Renard Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026
Seminar nasional tersebut turut dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah beserta jajaran pengurus dan kader KAMMI.