Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penyelesaian aliran listrik untuk lebih dari 10 ribu titik wilayah terpencil di Indonesia paling lambat pada tahun 2030.
Komitmen ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI pada Senin (15/6/2026).
>>> Badan Gizi Nasional Evaluasi Penerima Makan Bergizi Gratis, Siswa SMA Elit Berpotensi Dipangkas
Instruksi Presiden dan Data Wilayah
Langkah percepatan pembangunan infrastruktur energi ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan data penataan wilayah, total area yang belum mendapatkan akses listrik mencakup 5.700 desa dan 4.400 dusun.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan, "Kita akan dorong, kita akan bangun, dan perintah Bapak Presiden tahun 2029-2030, semua listrik di desa-desa atau dusun-dusun yang belum ada, insyaallah doakan mohon dukungan dari Bapak-Ibu anggota Komisi XII untuk bisa kita selesaikan agar mereka juga merasakan bagian daripada kemerdekaan Republik Indonesia."
>>> Kemenhub Temukan Jutaan Pelanggaran Bus AKAP via Aplikasi TOS
Kementerian ESDM memetakan bahwa sejumlah wilayah sebenarnya telah memiliki fasilitas penyimpanan energi atau storage, namun belum mendapatkan pasokan arus listrik.
Kondisi ini tersebar di beberapa area wilayah Indonesia bagian timur dan tengah.
Bahlil Lahadalia menambahkan, "Ada pulau, ada storage, nggak ada listrik. Coba bayangkan itu.
>>> Partai Kecoak India Gelar Demo Tuntut Menteri Pendidikan Mundur
Jadi, ada sebagian di Sulawesi, ada sebagian di Maluku, ada sebagian di Papua. Jadi, ini nambah, nanti kita akan dorong, kita akan bangun."
