Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap produk anggur dan sampanye Prancis.
Ancaman ini muncul menjelang KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, yang dijadwalkan berlangsung pada 15-17 Juni 2026.
>>> BEM Bersatu Tolak Gerakan Mahasiswa Ditunggangi Kepentingan Politik
Langkah tersebut akan diambil jika Prancis tidak mencabut pajak digital sebesar 3 persen yang dikenakan pada perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.
Ancaman ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para eksportir Prancis.
Menanggapi ancaman tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa kebijakan pajak digital adalah hak kedaulatan negaranya. Ia menyatakan Prancis menolak adanya intervensi hukum dari pihak luar.
KTT G7 di Evian ini sendiri berfokus pada pembahasan konflik bersenjata di Ukraina dan Iran, serta stabilitas ekonomi global.
Invasi Rusia ke Ukraina dan serangan AS-Israel ke Iran telah mengganggu pasar global.
>>> Todotua Pasaribu Pimpin Kontingen Indonesia di Asian Games Nagoya 2026
Para pemimpin dunia juga membahas rantai pasok mineral kritis dan stabilitas ekonomi. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dijadwalkan hadir untuk mendorong perundingan damai dengan Rusia.
Uni Eropa, yang diwakili oleh Ursula von der Leyen dan Antonio Costa, menekankan bahwa pembatasan ekonomi terhadap Iran tidak akan dicabut tanpa pembuktian konkret mengenai perubahan perilaku Teheran.
Von der Leyen menyatakan sanksi dapat diakhiri jika ada kemajuan yang kredibel dan dapat diverifikasi, namun sebaliknya juga berlaku jika tidak ada perubahan perilaku.
KTT ini juga menjadi ujian bagi ekspektasi Trump terhadap mitra Eropa dalam mempertahankan kesepakatan Iran dan mendorong kemajuan diplomasi dalam negosiasi damai Rusia-Ukraina.
>>> Survei Pew Research: Hoaks, Ekonomi, dan Terorisme Jadi Ketakutan Terbesar Dunia
Bersamaan dengan itu, Uni Eropa secara resmi meluncurkan kembali pembicaraan proses aksesi Ukraina yang sempat tertunda.