Nusron mengajak menjaga iklim demokrasi yang beradab dan mengaku tidak kapok menghadiri undangan debat data ke depannya. "Mari kita tegakkan demokrasi dengan cara yang berkeadaban," ujarnya.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono membantah narasi bahwa para narasumber melarikan diri. "Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi.
>>> Gempa M 6,7 Akibat Sesar Sausu Guncang Palu, Puluhan BTS Terganggu
Acara ini sudah direncanakan sejak lama dan telah mendapat izin dari pihak kampus," ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Sudaryono mengklaim pihak pemerintah memberikan kebebasan penuh kepada audiens untuk melayangkan kritik. "Ditanya apa saja tidak masalah.
Diadili seperti apa saja juga tidak masalah. Kami hadir untuk berdialog secara demokratis," imbuhnya.
Ia menyayangkan interupsi dari sekelompok kecil peserta yang memaksa acara berhenti, padahal diskusi sempat berjalan kondusif selama 30-40 menit.
"Kemudian ada sekelompok orang yang menginginkan forum dihentikan," ungkap Sudaryono.
Situasi semakin tidak terkendali setelah muncul pelemparan zat cair dan kontak fisik. "Saya merasa ada yang memukul saya.
Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar," ujarnya.
Sudaryono menegaskan mereka keluar demi keamanan, bahkan sempat melanjutkan obrolan lesehan di luar gedung saat mobil dicegat. "Justru kami yang datang untuk berdiskusi.
Bahkan saat mobil kami dicegat, kami keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog," tegasnya.
Saat berdiskusi di aspal, Sudaryono merespons keluhan agraria mahasiswa dan siap meninjau langsung objek masalah dengan dana pribadi.
"Kalau memang ada penggusuran atau persoalan agraria tertentu, ayo kita cek bersama. Saya bahkan siap menggunakan dana pribadi," katanya.
Ia menjamin kabinet di bawah Presiden Prabowo Subianto memegang teguh asas keterbukaan. "Kalau ada yang keliru, kita perbaiki.
Itu cerminan demokrasi," lanjut Sudaryono.
Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada mayoritas mahasiswa yang hak diskusinya terganggu. "Saya minta maaf kepada adik-adik mahasiswa yang sebetulnya ingin berdialog secara baik.
Kami siap jika diundang kembali," katanya.
Ia menutup dengan menegaskan komitmen pemerintah membuka ruang komunikasi. "Atas dasar cinta kepada negara, kami siap berdialog dengan siapa pun.
>>> Perimenopause Bisa Mulai di Usia 35 Tahun, Kenali Gejalanya
Ini bukti bahwa pemerintah demokratis dan terbuka terhadap kritik maupun masukan," pungkas Sudaryono.