"Perbedaan pendekatan tersebut menghasilkan dampak yang sangat berbeda terhadap daya saing perusahaan," kata Hans.
Memasuki Era Agentic AI
Perkembangan AI juga dinilai memasuki fase baru yang dikenal sebagai Agentic AI.
Jika generasi AI sebelumnya berfokus pada kemampuan menghasilkan konten atau membantu pekerjaan manusia, Agentic AI memungkinkan sistem AI menjalankan serangkaian tugas secara lebih mandiri.
Chief Technology Officer sekaligus Vice President of Sales Engineering IBM Asia Pacific, Jerry Zhu mengatakan, perusahaan yang mampu menjadikan AI sebagai bagian dari model bisnis berpotensi memperoleh keunggulan kompetitif yang lebih besar.
>>> Parade Karnaval Jakarta Fair 2026 Meriahkan Malam di JIExpo Kemayoran
"Pemenangnya adalah perusahaan yang mengutamakan AI atau AI-first, bukan sekadar perusahaan yang memanfaatkan AI," ujarnya.
Meski peluangnya besar, implementasi AI masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu yang paling sering ditemui adalah kualitas dan integrasi data.
Jerry menilai banyak proyek AI gagal memberikan hasil optimal karena data perusahaan masih tersebar di berbagai sistem yang tidak saling terhubung.
Kondisi tersebut membuat AI kesulitan memperoleh informasi yang cukup untuk menghasilkan analisis maupun rekomendasi yang akurat.
Dalam sesi diskusi bertajuk From AI Investment to ROI: Building the Foundations for Agentic AI, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji mengingatkan agar organisasi tidak mengadopsi AI hanya karena tren.
Ia menilai investasi AI harus memiliki tujuan bisnis yang jelas agar mampu menghasilkan manfaat nyata.
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi Bank BNI Toto Prasetio menekankan bahwa transformasi AI tidak hanya berkaitan dengan teknologi.
Kesiapan sumber daya manusia dan budaya kerja organisasi juga menjadi faktor penting.
Chief Technology Officer IBM ASEAN, Patrick Bruinsma menyarankan perusahaan membangun fondasi operasional yang kuat.
Dengan begitu, berbagai inisiatif AI dapat diterapkan secara lebih cepat, aman, dan efisien di masa depan.
Di sektor perbankan, AI semakin dipandang sebagai kapabilitas strategis untuk meningkatkan layanan, efisiensi operasional, dan kemampuan analisis bisnis.