Sekolah di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam membantu pendidik memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) secara efektif.
Perangkat digital dan AI mampu mengubah suasana kelas menjadi lebih interaktif, praktis, dan menarik bagi siswa.
>>> Tunisia Tunjuk Herve Renard sebagai Pelatih Baru di Piala Dunia 2026
Menanggapi situasi ini, Samsung meluncurkan program Samsung for Education untuk memperkuat rasa percaya diri para guru dalam mengoperasikan perangkat digital.
Pendekatan instruksional berbasis AI dirancang secara praktis agar relevan dengan kondisi ruang kelas di Indonesia.
Inisiatif ini berfokus pada pemberdayaan pendidik, pemberian inspirasi kepada siswa, serta mendukung pertumbuhan sekolah di era digital.
Guru tidak hanya difasilitasi dengan gawai, tetapi juga mendapatkan pelatihan terstruktur, pendampingan, materi ajar digital, dan akses ke komunitas belajar.
Kesiapan tenaga pendidik menjadi faktor krusial untuk memastikan pemanfaatan teknologi di sekolah memiliki tujuan yang tepat.
Melalui program pelatihan Samsung for Education Professional Development dan modul e-Learning, para guru dapat mempraktikkan penggunaan gawai serta AI untuk merancang materi pelajaran.
Langkah ini selaras dengan fokus Kurikulum Merdeka yang menekankan penguatan kompetensi siswa pada aspek berpikir kritis, kolaborasi, dan literasi digital.
Dukungan awal terhadap guru diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang adaptif dan berkelanjutan.
"Kami berinvestasi dalam pengembangan profesional, pendampingan, dan komunitas yang membantu guru membangun keterampilan dan kepercayaan diri untuk membawa pembelajaran digital ke setiap ruang kelas.
Dengan memberdayakan pendidik, kami memastikan keberlanjutan dan dampak jangka panjang," ujar VP & Regional Head of Mobile eXperience Business, Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, Carl Nordenberg.
Saat ini, institusi pendidikan mulai memosisikan teknologi sebagai bagian integral dari pengalaman belajar, bukan sekadar alat bantu.
Di Thursina International Islamic Boarding School (IIBS), kolaborasi dengan Samsung dipandang sebagai langkah nyata untuk mengintegrasikan digitalisasi dalam kegiatan belajar sehari-hari.
"Kami melihat kolaborasi dengan Samsung ini sebagai cara untuk membawa digitalisasi ke dalam program kami dengan lebih praktis dan terasa manfaatnya," ujar Chief Executive Officer of Thursina IIBS, Nur Abidin.