Penyerang Real Madrid Kylian Mbappe menyatakan keengganannya untuk berkarier di dunia politik setelah gantung sepatu nanti.
Pemain berusia 27 tahun itu lebih memilih untuk membesarkan jaringan bisnis miliknya sendiri.
>>> Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu, Satu Warga Sigi Meninggal
Langkah masa depan ini menjadi sorotan di tengah popularitas masif sang bintang.
Mbappe kini sedang fokus membela Timnas Prancis demi meraih trofi Piala Dunia 2026.
Keterlibatan Mbappe dalam isu sosial sebenarnya bukan hal baru. Ia sempat bersuara lantang menolak kelompok ekstremis sayap kanan Prancis menjelang Piala Eropa 2024.
Kendati demikian, dunia pemerintahan sama sekali tidak masuk dalam rencana hidupnya.
Mbappe merasa peluang karier pasca-pensiun di bidang korporasi jauh lebih menjanjikan dan telah berjalan baik.
"I am NOT planning to become the president of France.
I'm already hated enough as it is," demikian kutipan yang beredar luas melalui akun media sosial Madrid Zone pada 14 Juni 2026.
>>> IHSG Melonjak 17 Persen dalam Sepekan Meski Asing Terus Jual Saham
Hal ini mempertegas sikap sang pemain yang enggan mengambil alih kepemimpinan negara.
Melalui wawancara dengan Le Parisien, Mbappe menjelaskan dirinya memiliki kebebasan menentukan arah hidup kelak. Ia menilai pilihan hidup sebagai pebisnis jauh lebih realistis.
"I have many possibilities after my career. I have businesses that are already well developed," kata Mbappe.
"If I want to be a businessman, I'll be a businessman. If I want to have bigger aspirations, I'll have bigger aspirations," dia menambahkan.
"No, don't worry! I'm not talking about being President.
Enough people say that, but that's not my plan. I am already hated enough!"
tegasnya soal enggan terjun ke dunia politik.
>>> Gibran: Indonesia Harus Jadi Pemain dan Penguasa Teknologi AI
Penolakan ini diduga berkaitan dengan sikap sebagian fans sepak bola. Juara Piala Dunia 2018 itu sempat diolok-olok sebagai diktator karena dianggap memiliki pengaruh terlalu besar dalam tim.