Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah. Satu warga di Kabupaten Sigi dilaporkan meninggal dunia akibat bencana ini.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi korban meninggal berasal dari Sigi. Wilayah tersebut menjadi area dengan dampak paling parah.
>>> IHSG Melonjak 17 Persen dalam Sepekan Meski Asing Terus Jual Saham
Berdasarkan data terkini, gempa berdampak pada 110 kepala keluarga atau 312 jiwa di Palu dan sekitarnya. Sebanyak 25 orang mengalami luka ringan dan 13 orang luka berat.
Di Kabupaten Sigi, dampak mencakup 89 KK atau 272 jiwa. Rincian korban luka meliputi 22 orang luka ringan dan 13 orang luka berat.
Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak.
Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, dan di Kabupaten Poso satu warga luka masih dalam pendataan.
Kerusakan Infrastruktur
Guncangan juga memicu kerusakan infrastruktur.
>>> Gibran: Indonesia Harus Jadi Pemain dan Penguasa Teknologi AI
Laporan sementara menunjukkan minimal 67 unit rumah warga rusak, terdiri dari 26 rumah rusak ringan, 6 rusak sedang, dan 12 rusak berat.
Fasilitas publik yang terdampak meliputi enam bangunan ibadah, dua jembatan, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, satu fasilitas umum, dan satu ruas jalan provinsi penghubung Palu-Sigi-Poso yang amblas.
Kerusakan terbanyak terjadi di Kabupaten Sigi dengan 47 unit rumah terdampak.
Di wilayah ini juga tercatat enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu unit UMKM mengalami kerusakan.
Hingga sore hari, gempa susulan masih terus terjadi. Petugas gabungan bersiaga memonitor situasi di lapangan.
>>> New York Knicks Juara NBA 2026 Usai Kalahkan San Antonio Spurs
BNPB akan terus memantau dan menyampaikan perkembangan penanganan dampak gempa di Sulawesi Tengah secara berkala.