"Tidak ada ibu yang seharusnya kehilangan kesempatan melihat anaknya mencetak sejarah," tulis Jeffries di media sosial.
Jeffries mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio agar memberikan bantuan pengurusan dokumen bagi Ana menjelang laga kontra Uruguay.
Sementara itu, perwakilan Departemen Luar Negeri AS menyebut belum menerima pengajuan resmi dari pihak Ana, namun memastikan keluarga pemain mendapat pengecualian skema jaminan dan siap membantu proses visa.
Perayaan Meriah di Kampung Halaman
Meski terpisah jarak, kebahagiaan menyelimuti keluarga besar Vozinha. Kakak kandungnya, Davidson Evora, bangga melihat sang adik menahan 27 tembakan dan 75 persen penguasaan bola Spanyol.
"Penampilannya luar biasa, spektakuler. Dia berhasil membuat seluruh bangsa bahagia," kata Davidson.
Suasana meriah juga melanda wilayah Sao Vicente. Ribuan pendukung merayakan hasil imbang tersebut dengan menari dan membunyikan klakson hingga dini hari.
"Saya menangis sampai tidak bisa menangis lagi. Saya bangga kepadamu, bangga kepada rakyat kami.
Teruslah melangkah karena Piala Dunia ini milik kita," kata suporter Magali Monteiro.
Peluang keberangkatan keluarga sang kiper ke AS masih diupayakan.
>>> Pemerintah Beri Pendampingan Hukum untuk TKW Korban Penganiayaan di Malaysia
Davidson menyebut pihak keluarga belum meminta bantuan resmi kepada federasi, tetapi berharap bisa menyaksikan langsung momen bersejarah ini.