Kerusakan pada Battery Management System (BMS) menjadi penyebab utama gangguan operasional baterai litium sepeda motor listrik.
Temuan ini diungkap oleh bengkel spesialis EV Solution yang berlokasi di Pondok Aren, Tangerang Selatan.
>>> Mahasiswa UGM Bubarkan Diskusi Tiga Pejabat Negara, Sempat Terjadi Kericuhan
Pemilik bengkel EV Solution, Muhlasin, menjelaskan bahwa masalah pada baterai litium biasanya muncul setelah pemakaian kendaraan dalam waktu lama.
"Kalau (usia) baterai litium lebih panjang, bisa 2-3 tahun baru muncul masalah. Kalau baterai SLA, 1-2 tahun sudah bagus," ujarnya.
BMS memiliki fungsi krusial untuk mengawasi dan mengatur kerja sel baterai. Perangkat ini memonitor arus, tegangan, suhu, hingga proses pengisian daya.
Kendala pada BMS memicu gejala seperti daya tidak bisa diisi ulang atau indikator baterai tidak terbaca.
>>> Dokter Boyke: Risiko Kanker Serviks Meningkat Tiga Kali Lipat Saat Menopause
"Biasanya masalah (baterai litium) di BMS, seperti tidak bisa dicas atau tidak terbaca sehingga arus tidak keluar.
Itu bisa diservis atau ganti BMS-nya saja, atau cukup balancing selnya," kata Muhlasin.
Selain kerusakan BMS, ketidakseimbangan tegangan antar sel atau cell imbalance juga menjadi kendala umum. Kondisi ini terjadi akibat proses pengisian dan penggunaan daya yang tidak seragam seiring waktu.
>>> Polres Jakarta Pusat Kerahkan 4.576 Personel Kawal Aksi Unjuk Rasa
Untuk mengatasi cell imbalance, diperlukan penyelarasan atau balancing sel dalam satu paket baterai. Tujuannya menyamakan level tegangan agar sistem BMS tidak mendeteksi malfungsi baterai.