⌂ Beranda News Mahasiswa UGM Bubarkan Diskusi Tiga Pejabat Negara, Sempat Terjadi Kericuhan

Mahasiswa UGM Bubarkan Diskusi Tiga Pejabat Negara, Sempat Terjadi Kericuhan

Mahasiswa UGM Bubarkan Diskusi Tiga Pejabat Negara, Sempat Terjadi Kericuhan
Mahasiswa menggeruduk diskusi pejabat negara di GIK UGM
A A Ukuran Teks16px

Ratusan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggeruduk dan membubarkan acara diskusi yang menghadirkan tiga pejabat negara di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, pada Senin (15/6) malam.

Forum tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

>>> Dokter Boyke: Risiko Kanker Serviks Meningkat Tiga Kali Lipat Saat Menopause

Kericuhan sempat terjadi saat mahasiswa membentangkan spanduk penolakan, melempar gelas plastik, hingga saling dorong ketika petugas mengevakuasi para pejabat.

Respons Pemerintah dan Mahasiswa

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI Muhammad Qodari menegaskan bahwa dialog merupakan hal wajib dalam praktik negara demokrasi.

"Yang namanya demokrasi itu bisa terjadi kalau ada dialog. Kalau tidak ada dialog, hanya tuntutan, kan bukan demokrasi namanya," kata Qodari dalam keterangannya, Rabu (17/6).

>>> Polres Jakarta Pusat Kerahkan 4.576 Personel Kawal Aksi Unjuk Rasa

Ia juga melihat kejanggalan dalam peristiwa tersebut karena diduga mendapat restu dari otoritas kampus. "Jadi sebetulnya kan ada anomali di situ, ada interupsi," ujarnya.

Qodari menambahkan bahwa penolakan mahasiswa dinilai sebagai bentuk amarah dan mengimbau agar dialog direspons dengan cara yang sama.

Sementara itu, perwakilan Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM, Mesa, menyatakan aksi ini merupakan kritik langsung terhadap jalannya pemerintahan saat ini.

>>> Argentina Tekuk Aljazair 3-0 Berkat Hat-trick Lionel Messi

"Mereka tidak layak membicarakan Pancasila selagi Indonesia masih membungkam suara rakyat, selama mereka menganggap kritik sebagai gangguan, masih membuang-buang uang rakyat dengan program nirmanfaat," kata Mesa.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru