⌂ Beranda News IHSG Menguat 17,09% dalam Sepekan, Asing Masih Jual Bersih Rp5,98 Triliun

IHSG Menguat 17,09% dalam Sepekan, Asing Masih Jual Bersih Rp5,98 Triliun

IHSG Menguat 17,09% dalam Sepekan, Asing Masih Jual Bersih Rp5,98 Triliun
Grafik IHSG menguat sepekan
A A Ukuran Teks16px

>>> Polsek Metro Penjaringan Tangkap Dua Pelaku Penculikan Kakek di PIK

Sedangkan saham plat merah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) tercatat menguat 9,82% ke harga Rp3.130 per saham.

"Dengan adanya saham-saham yang sudah terkoreksi cukup signifikan pada periode sebelumnya, dan terdapat katalis positif dari meredanya risiko geopolitik global, maka valuasi saham-saham tersebut sudah sangat menarik bagi investor untuk melakukan akumulasi," ungkap Nafan.

Menurutnya, hal ini menjadi cerminan awal kembalinya kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia. Foreign buy mulai terlihat meski belum signifikan.

"Itu sebenarnya sudah mencerminkan bahwa sudah mulai kembalinya optimisme dan berkurangnya sikap risk of investor global.

Apabila stabilitas nilai tukar rupiah dan ekonomi domestik masih terjaga di tengah deeskalasi geopolitik, maka potensial aliran asing masuk secara berkelanjutan akan semakin terbuka lebar," pungkasnya.

Fase Bullish dan Aksi Ambil Untung

Indeks saham Garuda disebut telah berada di bawah nilai wajar atau oversold saat menembus level 5.400 beberapa waktu lalu.

Saat ini, IHSG mulai kembali pada fase penguatan dengan tren kenaikan signifikan sepanjang lima hari terakhir.

Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mengatakan IHSG memang sudah oversold di saat menyentuh 5.400 an dan saat ini sedang dalam fase rebound.

Meski begitu, Wawan mengingatkan IHSG masih dibayangi aksi ambil untung atau profit taking jika terdapat sentimen negatif.

Sentimen tersebut dapat berasal dari meningkatnya kembali eskalasi AS-Iran hingga FOMC pekan ini.

Wawan juga menuturkan kenaikan IHSG ditopang oleh kesepakatan damai kedua negara tersebut.

Kesepakatan itu membuka harapan dibuka kembalinya Selat Hormuz dan menurunkan harga minyak dunia yang dapat menurunkan tekanan subsidi dan fiskal bagi Indonesia.

>>> Haaland Cetak Brace di Debut Piala Dunia, Norwegia Hajar Irak 4-1

"Tentu saja dengan kenaikan yang signifikan dalam 1 minggu, sangat mungkin akan terjadi profit taking bila katalis negatif datang," pungkasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru