⌂ Beranda News Pasar Modal RI Terancam Kehilangan Dana Asing Rp 230 Triliun

Pasar Modal RI Terancam Kehilangan Dana Asing Rp 230 Triliun

Pasar Modal RI Terancam Kehilangan Dana Asing Rp 230 Triliun
Ilustrasi pasar modal Indonesia tertekan
A A Ukuran Teks16px

Pasar keuangan Indonesia tengah bersiap menghadapi keputusan penting dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 18 Juni 2026.

Lembaga tersebut akan menentukan apakah Indonesia tetap berada di kelompok pasar berkembang atau turun kelas menjadi pasar frontier.

>>> Kurs Rupiah Melemah ke Rp 17.746 per Dolar AS pada 17 Juni 2026

Jika penurunan status terjadi, Indonesia berisiko kehilangan dana asing hingga 13 miliar dolar AS atau setara Rp 230,2 triliun.

Pelepasan aset oleh investor pasif dan aktif diprediksi terjadi karena mereka menjadikan indeks MSCI sebagai acuan utama dalam berinvestasi.

Kondisi tersebut berpotensi menambah beban bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sudah melemah hampir 31 persen sejak awal tahun.

Tekanan di pasar saham juga diperberat oleh aksi jual yang membuat modal asing keluar mendekati 4 miliar dolar AS sepanjang tahun berjalan.

Selain faktor tinjauan indeks global, pelaku pasar juga mencermati arah pengelolaan ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebaliknya, jika Indonesia mampu mempertahankan posisi di kelompok pasar berkembang, hal tersebut dapat memulihkan kepercayaan pasar sekaligus menyokong pertumbuhan ekonomi.

"Sudah ada kemajuan dalam meningkatkan transparansi, meskipun tidak ada yang tahu apakah itu akan cukup bagi MSCI," ujar Kepala Investasi UOB Asset Management Indonesia, Albert Budiman, dikutip dari Bloomberg.

Namun, bertahannya status tersebut tidak otomatis menghilangkan semua tantangan ekonomi nasional saat ini.

Nilai tukar rupiah terpantau masih tertekan disertai kekhawatiran terhadap risiko pelebaran defisit anggaran negara.

Investor global pun menyoroti peningkatan intervensi pemerintah pada sektor komoditas serta beberapa persoalan tata kelola investasi.

Tiga Opsi MSCI

Para analis memetakan ada tiga opsi yang mungkin diambil oleh MSCI dalam pengumuman hasil tinjauan tahun ini.

Pilihan pertama adalah mempertahankan Indonesia di pasar berkembang setelah adanya penghapusan beberapa saham dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi pada Mei lalu.

Opsi kedua yaitu menempatkan Indonesia dalam daftar pemantauan agar regulator dapat terus memperbaiki tata tertib pasar dan transparansi data.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru