⌂ Beranda News Tren Gaun Pengantin Tinggalkan Payet Berlebihan, Beralih ke Satin dan Jacquard

Tren Gaun Pengantin Tinggalkan Payet Berlebihan, Beralih ke Satin dan Jacquard

Tren Gaun Pengantin Tinggalkan Payet Berlebihan, Beralih ke Satin dan Jacquard
Gaun pengantin satin putih dengan siluet mermaid
A A Ukuran Teks16px

"Kalau semi-mermaid, itu favorit yang kita punya karena lumayan masuk di banyak tipe tubuh dan bikin siluet tubuh kita lebih kelihatan," terang Jean.

Selain memperindah penampilan, pola potong ini sangat adaptif bagi mempelai yang menggelar perayaan dengan jumlah undangan terbatas. Model semi-mermaid memberikan keleluasaan bergerak saat menyapa para kerabat.

>>> IHSG Menguat 17,09% dalam Sepekan, Asing Masih Jual Bersih Rp5,98 Triliun

"Gaun mermaid atau semi-mermaid juga lebih gampang untuk jalan karena pengantin intimate weddings lebih memilih berbaur sama tamu," sambung dia.

Di samping model duyung, pola klasik berbentuk huruf A tetap menjadi opsi populer di galeri mode.

Sentuhan kerutan lipatan pada potongan yang sedikit longgar ini diterapkan agar hasil akhir busana tidak terlihat kaku.

"Gimana caranya biar A-line itu menarik, masih ada guratan-guratan lipatan yang bikin siluet badan kamu tetap terlihat walaupun potongannya tidak memeluk tubuh," ujar Jean.

Dominasi Nuansa Putih Gading dan Mutiara

Spektrum rona putih belum tergeser dari puncak popularitas busana pernikahan. Meski begitu, terdapat lonjakan permintaan pada variasi warna putih gading dan putih mutiara ketimbang opsi putih terang.

"Kalau tahun ini justru di aku banyak yang request warna ivory atau putih gading. Kadang di beberapa warna kulit, ivory ini membuat pemakainya kelihatan lebih glowing," jelas Jean.

Di sisi lain, penerapan corak pastel yang lembut cenderung dihindari oleh para perancang maupun konsumen.

Karakter warna pastel dinilai sangat selektif karena tidak selalu selaras dengan semua jenis rona kulit manusia.

"Warna pastel itu sangat pilih-pilih, tidak semua tone kulit cocok memakainya. Kalau warna peach atau kuning itu bisa membuat kulit terlihat kusam," ungkap Sunny.

Opsi putih mutiara kemudian hadir sebagai jalan keluar yang paling aman sekaligus mampu memancarkan kesan yang mewah bagi pemakainya.

"Putih mutiara itu elegan dan bersih, cocok untuk warna kulit apa pun," terang Sunny.

Daya tarik abadi dari palet warna klasik ini dinilai berakar dari ingatan kolektif masyarakat mengenai gambaran kemegahan pesta pernikahan formal.

"Bagaimanapun, memori kolektif masyarakat mengenai kemewahan pernikahan selalu merujuk pada visual klasik."

>>> Super Indo Gelar Promo Tengah Bulan 15-18 Juni 2026, Diskon hingga 45 Persen

"Karena semua yang kita lihat di pernikahan, seperti royal weddings atau fairy tales, warnanya selalu putih," pungkas Jean.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru