Harga Bitcoin kembali mengalami penurunan pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026.
Berdasarkan data dari Money, aset kripto terbesar ini berada di level 65.701,73 dollar AS atau sekitar Rp 1,165 miliar (kurs Rp 17.709).
>>> Messi Bidik Rekor Gol dan Assist di Piala Dunia 2026
Penurunan tersebut mencapai 0,85 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, Bitcoin sempat mencatat kenaikan 5,74 persen, namun tekanan jual kembali muncul.
Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini tercatat sebesar 1,31 triliun dollar AS atau setara Rp 23.339 triliun.
Rata-rata pergerakan harian menunjukkan penurunan 0,9 persen.
Penyebab Pelemahan Bitcoin
Pelemahan Bitcoin dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik antara Lebanon dan Israel yang belum mereda mendorong investor menarik dana dari aset berisiko.
Situasi ini mengancam kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya hampir tercapai. Akibatnya, optimisme geopolitik yang sempat terbangun kembali meredup.
>>> AS dan Iran Siapkan Dana Swasta Rp 5.310 Triliun demi Perdamaian
Pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 19.35 WIB, harga Bitcoin masih di angka 66.714,69 dollar AS.
Namun, dalam empat jam berikutnya anjlok ke posisi 65.520,67 dollar AS.
Saat ini, Bitcoin bergerak di bawah level 66.000 dollar AS.
Pelemahan sebesar 0,92 persen menjadi 65.737,45 dollar AS dalam 24 jam sejalan dengan penurunan pasar kripto secara keseluruhan yang merosot 0,77 persen.
>>> Kemdiktisaintek Buka Pendaftaran Beasiswa Pra Doktoral 2026 untuk Dosen
Bitcoin juga menunjukkan korelasi kuat sebesar 71 persen dengan indeks S&P 500. Hal ini menandakan adanya pergerakan makroekonomi yang serupa antara aset kripto dan pasar saham.