⌂ Beranda News Gejolak Geopolitik Global Mereda, Rupiah Mulai Pulih ke Kisaran Rp17.682

Gejolak Geopolitik Global Mereda, Rupiah Mulai Pulih ke Kisaran Rp17.682

Gejolak Geopolitik Global Mereda, Rupiah Mulai Pulih ke Kisaran Rp17.682
Gedung Bursa Efek Indonesia dengan latar belakang kota
A A Ukuran Teks16px

Nilai tersebut relevan dalam proses perumusan kebijakan ekonomi yang menuntut kehati-hatian dan disiplin.

Bank Indonesia pada pekan lalu menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen untuk menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1 persen.

Pada saat yang sama, pemerintah menjalankan kebijakan fiskal yang lebih terukur guna menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan.

Kombinasi kedua kebijakan tersebut menjadi instrumen penting untuk mencegah tekanan inflasi berlebihan sekaligus menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Mubeng Beteng, Memperkuat Ketahanan Ekonomi

Komitmen bersama untuk membentengi kedaulatan ekonomi juga tercermin dari filosofi ritual mubeng beteng, yaitu mengitari tembok luar benteng keraton untuk memastikan keamanan dari ancaman luar.

>>> MBMA Siapkan Rp1,46 Triliun untuk Buyback 1,548 Miliar Saham

Bank Indonesia memperkuat pengelolaan pasar valuta asing melalui penyesuaian batas pembelian valuta asing tunai tanpa dokumen pendukung hingga 50 ribu dolar AS per pelaku pasar per bulan.

Langkah ini ditujukan untuk menjaga stabilitas pasar dan memperkuat ketahanan sektor keuangan.

Perjanjian dengan China yang dilakukan pekan lalu juga menambah fleksibilitas likuiditas di dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Strategi ini diperkuat dengan kebijakan pemerintah yang memperketat aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan konsistensi program hilirisasi komoditas strategis.

Langkah terintegrasi ini dimaksudkan untuk memagari cadangan devisa domestik sekaligus mengurangi ketergantungan industri nasional terhadap gangguan rantai pasok global.

Puncak efektivitas sinergi fiskal dan moneter menyerupai prosesi Kirab Pusaka dengan mengarak instrumen-instrumen terbaik untuk memulihkan kepercayaan dunia luar.

Bank Indonesia menaikkan struktur imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor 6, 9, dan 12 bulan agar dana global kembali masuk.

Upaya tersebut didukung oleh berbagai inisiatif diplomasi ekonomi pemerintah yang bertujuan memperkuat persepsi positif investor internasional.

Hasilnya mulai terlihat. Penerbitan global bond perdana Danantara memperoleh permintaan yang melampaui target awal.

Tingginya minat investor dari Amerika Serikat dan Eropa menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru