⌂ Beranda News India Pesan Drone Militer Senilai Rp36 Triliun untuk Jaga Perbatasan

India Pesan Drone Militer Senilai Rp36 Triliun untuk Jaga Perbatasan

India Pesan Drone Militer Senilai Rp36 Triliun untuk Jaga Perbatasan
Drone militer India untuk pengawasan perbatasan
A A Ukuran Teks16px

>>> Messi Cetak Hattrick dan Pecahkan Rekor Piala Dunia 2026

Pemerintah menggandeng konglomerasi besar seperti Adani Group, Tata Advanced Systems, dan Larsen & Toubro, serta startup seperti ideaForge dan Asteria Aerospace.

Rencana ini tercatat sebagai pengadaan sistem nirawak terbesar yang pernah dilakukan India.

Pengadaan dalam negeri ini akan melengkapi rencana India terpisah untuk membeli 31 drone MQ-9B Predator dari Amerika Serikat.

Platform Amerika itu memberikan kemampuan pengawasan dan serangan jarak jauh, sementara sistem buatan India diharapkan beroperasi dalam jumlah lebih besar langsung di garis terdepan.

Keduanya bersama-sama mengarah pada pembentukan jaringan pengawasan dan tempur berlapis yang membentang dari Pegunungan Himalaya hingga Samudra Hindia.

Tara Kartha, mantan anggota Sekretariat Dewan Keamanan Nasional India, mengatakan bahwa peringatan nyata pertama India datang dari serangan drone ke Pangkalan Udara Jammu pada 2021.

"Serangan itu mengungkap kerentanan yang kian bertambah seiring meningkatnya penggunaan drone untuk pengawasan, penyelundupan, dan serangan," kata Kartha.

Kartha menambahkan bahwa yang terpenting sekarang bukan hanya soal teknologi, tapi seberapa cepat militer bisa berinovasi.

"Pihak yang menguasai pertempuran drone di ketinggian rendah inilah yang kemungkinan akan unggul dalam konflik yang lebih luas," ujarnya.

Wing Commander Rajiv Kumar Narang menunjukkan bahwa konflik-konflik terkini di Ukraina, Iran, maupun Operasi Sindoor yang dipicu serangan Pahalgam, semuanya memperkuat pentingnya kemandirian teknologi.

"Negara-negara yang memiliki teknologi drone mereka sendiri dan bisa berinovasi dengan cepat akan punya keunggulan dalam konflik masa depan," kata Narang.

Konark Rai, direktur pelaksana Rudram Dynamics, mengatakan keberhasilan ambisi drone India tidak akan ditentukan oleh besarnya angka pengadaan, melainkan seberapa efektif sistem-sistem itu diintegrasikan ke dalam operasi militer.

"Meski India sudah punya kebijakan untuk mendukung manufaktur dan inovasi drone, pengadaan, pengujian, sertifikasi, dan induksi yang lebih cepat kini menjadi sangat krusial," kata Rai.

Membeli drone adalah satu hal, menurut Rai, mengintegrasikan ribuan sistem tanpa awak ke dalam operasi militer adalah hal yang sama sekali berbeda.

>>> Kontroversi Messi Lolos Kartu Merah, Argentina Hajar Aljazair 3-0

Ini mencakup pelatihan, doktrin, perlindungan perang elektronik, keamanan siber, dan kemampuan memproses data medan perang dalam jumlah masif secara real time.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru