Kita harus memastikan uang negara ini sepeser pun tidak boleh disalahgunakan," tegas Ismail Cawidu.
Pihak kementerian menginstruksikan seluruh rektorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri untuk tetap tegak lurus pada aturan baku dan mencoret calon mahasiswa titipan yang terbukti mampu secara ekonomi.
"Menteri Agama selalu memberikan arahan yang sangat jelas kepada kami. Lakukan semua seleksi sesuai persyaratan dan aturan yang berlaku.
Kalau memenuhi syarat silakan jalankan, tapi kalau tidak memenuhi syarat langsung stop," urai Ismail Cawidu.
Pihak kampus juga diminta mendayagunakan aparatur sipil negara yang ada untuk mempercepat pelaporan monitoring evaluasi data.
>>> Thailand Terapkan Karantina 21 Hari untuk Cegah Ebola
"Karena ijazah sarjana (S1) yang didapatkan oleh anak dari keluarga miskin ekstrem merupakan modal raksasa bagi bangsa Indonesia untuk melahirkan figur pemimpin masa depan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan daerah," imbuh Ismail Cawidu.