Ratusan generasi muda dari berbagai daerah memadati Pura Mangkunegaran, Surakarta, pada Selasa (16/6/2026) malam. Mereka mengikuti prosesi tapa bisu dalam peringatan Kirab 1 Suro Be 1960.
Kegiatan budaya tahunan ini semakin diminati kalangan muda luar kota, seperti Jakarta, Kediri, hingga Madiun. Mereka memanfaatkan momentum tersebut sebagai ruang refleksi diri.
>>> Kemenkes Nonaktifkan 297 Calon Dokter Gagal Uji Kompetensi
Evi, peserta asal Madiun, mengamati peningkatan partisipasi anak muda dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa budaya dan generasi muda bisa saling berkolaborasi menghidupkan tradisi.
Ia menambahkan, kemudahan akses informasi melalui platform digital menjadi faktor utama yang mendekatkan kebudayaan lokal dengan generasi masa kini.
"Dengan adanya media sosial, budaya Jawa jadi lebih mudah dikenal," ujarnya.
>>> Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Jojo, peserta asal Kediri, mengikuti prosesi berjalan dalam keheningan demi memperoleh ketenangan batin. "Bukan sekadar menonton.
Saya ingin merasakan langsung tapa bisu itu seperti apa," katanya.
Kehadiran para pemuda di acara bertema "Mulih Pulih" ini juga didukung fasilitas pariwisata yang ramah kantong.
>>> IEA: Krisis Selat Hormuz Ungkap Kerentanan Energi Asia Tenggara
Andra, peserta asal Jakarta, menilai Solo cukup bersahabat untuk wisatawan dengan penginapan terjangkau dan makanan mudah dicari.