⌂ Beranda News Proyek Jet Tempur Masa Depan Eropa FCAS Resmi Dibatalkan

Proyek Jet Tempur Masa Depan Eropa FCAS Resmi Dibatalkan

Proyek Jet Tempur Masa Depan Eropa FCAS Resmi Dibatalkan
Ilustrasi jet tempur masa depan eropa
A A Ukuran Teks16px

Rencana besar Eropa untuk mengembangkan jet tempur masa depan, yang dikenal sebagai Future Combat Air System (FCAS), resmi dihentikan.

Proyek senilai 100 miliar euro ini kandas akibat perbedaan mendasar antara Prancis dan Jerman.

>>> Prabowo Subianto Batalkan Kunjungan ke Rusia, Fokus Urusan Dalam Negeri

Kedua negara tidak mencapai kesepakatan mengenai spesifikasi pesawat yang diinginkan. Prancis dan Jerman memiliki prioritas militer yang berbeda, yang mempersulit penyelarasan desain.

Perbedaan Visi Militer dan Desain

Pesawat tempur generasi keenam ini dirancang sebagai kolaborasi antara Dassault Aviation dari Prancis dan Airbus yang mewakili Jerman.

Namun, kedua perusahaan gagal menyepakati metode perancangan dan proses produksi.

Pensiunan Jenderal Prancis, Michel Yakovleff, menyatakan bahwa ketidakcocokan ini sudah terlihat sejak awal. Ia menekankan bahwa Jerman dan Prancis tidak menginginkan pesawat yang sama.

Kantor Kepresidenan Prancis menyalahkan pihak Berlin atas kegagalan kerja sama ini. Senator Cedric Perrin dari Prancis mengungkapkan bahwa hanya Presiden Macron yang masih percaya FCAS dapat diselamatkan.

Di sisi lain, Kanselir Jerman Friedrich Merz tetap optimis sisa proyek FCAS dapat dipertahankan.

>>> Polres Pelalawan Tetapkan Ibu Pemaksa Anak Jadi Manusia Silver Tersangka

Namun, Prancis dan Jerman diprediksi akan mengalihkan fokus pada proyek domestik atau mencari kemitraan lain.

Prancis memiliki sejarah panjang dalam memproduksi jet tempur mandiri seperti Mirage dan Rafale.

Sementara itu, Jerman cenderung membutuhkan jet tempur tradisional untuk duel udara, mengingat mereka tidak memiliki kapal induk atau senjata nuklir.

Jerman belum pernah memproduksi jet tempur secara mandiri sejak Perang Dunia II dan selalu bergantung pada proyek multinasional Eropa.

Analis pertahanan Per Erik Solli menambahkan bahwa jet modern kini berfungsi seperti kapal komando berkat drone pendamping.

>>> IHSG Anjlok 0,84 Persen ke 6.202 pada Sesi I, Asing Justru Borong Saham

Meskipun proyek jet tempur utama dibatalkan, program pendukung seperti combat cloud untuk berbagi informasi dan teknologi drone pendamping kemungkinan besar akan tetap dipertahankan oleh kedua negara.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru