⌂ Beranda News Amir Ghalenoei Kecam Perlakuan Diskriminatif Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Amir Ghalenoei Kecam Perlakuan Diskriminatif Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Amir Ghalenoei Kecam Perlakuan Diskriminatif Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Timnas Iran berlaga di Piala Dunia 2026
A A Ukuran Teks16px

Pelatih Tim Nasional Iran, Amir Ghalenoei, melontarkan kritik tajam terhadap perlakuan diskriminatif yang dialami timnya selama perhelatan Piala Dunia 2026.

Pembatasan ketat terkait visa dan fasilitas penginapan dilaporkan mengganggu kondisi internal tim.

>>> Suzuki Satria Standar Ungguli Varian Pro dalam Penjualan

Masalah administratif ini bahkan memaksa timnas Iran memindahkan markas latihan ke Tijuana, Meksiko, karena larangan masuk ke Amerika Serikat sebelum turnamen dimulai.

Meskipun seluruh pertandingan babak grup berlangsung di Amerika Serikat, izin masuk baru diberikan secara terbatas pada hari pertandingan.

Situasi ini diperparah dengan larangan masuk ke wilayah Amerika Serikat bagi sejumlah ofisial dan pendukung Iran.

Prosedur pemulangan paksa ke Meksiko segera setelah pertandingan melawan Selandia Baru menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan pelatih Iran.

Ghalenoei menilai regulasi ketat tersebut sebagai kejadian yang belum pernah dialami tim manapun sepanjang sejarah turnamen.

"Kami tidak tahu mengapa mereka memaksa pulang kami. Saya rasa ini sangat aneh.

>>> Kemenperin Tingkatkan Kapasitas IKM Pangan Lewat Program IFI 2026

Sepertinya orang lain yang merencanakan semuanya untuk kami, keputusan dibuat di tempat lain," ujar Ghalenoei.

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan perizinan membuat tim tidak bisa tiba sesuai jadwal yang direncanakan.

Pembatasan jadwal kepulangan pascapertandingan juga dinilai tidak memiliki dasar alasan yang jelas dari pihak penyelenggara.

"Kami seharusnya tiba dua malam sebelum laga, tetapi tidak diizinkan. Kami seharusnya menginap malam ini dan kembali besok siang, tetapi saya tidak tahu alasannya," tambahnya.

Ketiadaan beberapa staf teknis akibat kendala visa memaksa personel yang ada untuk merangkap tugas administratif lain di lapangan.

Hal ini berdampak langsung pada fokus penanganan taktis dan strategi pergantian pemain selama pertandingan.

>>> KPK Usulkan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, DPR Minta Rp5 Triliun

"Dulu kami memiliki sebagian tim pelatih untuk membantu pergantian pemain, tetapi [sekarang] kami tidak memilikinya. Banyak orang di bidang teknis harus menangani hal itu," ungkap Ghalenoei.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru