Sebelum memutuskan membeli mobil listrik, penting untuk menghitung estimasi pengeluaran selama masa kepemilikan.
Biaya ini tidak hanya mencakup harga pembelian, tetapi juga biaya pengisian daya, perawatan berkala, dan pajak kendaraan.
>>> Polisi Tangkap Pria Penganiaya Ojol di Depok Akibat Salah Paham
Biaya kepemilikan SUV listrik asal Tiongkok, Xpeng G6, hingga penggunaan 100.000 kilometer menarik untuk dikalkulasikan.
Estimasi Biaya Pengisian Daya
Berdasarkan pengujian, Xpeng G6 mengonsumsi energi 16,2 kWh per 100 km, setara 6,17 km per kWh dari baterai 66 kWh.
Dengan efisiensi ini, Xpeng G6 mampu menempuh jarak sekitar 435 km dalam sekali pengisian daya penuh.
Jika menggunakan tarif listrik rumah tangga Rp2.466 per kWh, biaya pengisian daya dari kondisi kosong hingga penuh adalah Rp162.756.
Untuk penggunaan hingga 100.000 km, total energi yang dibutuhkan sekitar 16.200 kWh.
Pemilik perlu menyiapkan anggaran pengisian daya sebesar Rp39.949.200 dengan asumsi tarif listrik yang sama.
>>> Program Bedah Rumah Ciptakan Dampak Ekonomi Berkelanjutan
Gratis Perawatan Berkala dan Beban Pajak
Pihak Xpeng memberikan fasilitas servis gratis kepada konsumen hingga mencapai jarak 100.000 km. Keuntungan ini berlaku selama masa penggunaan tersebut atau sekitar lima tahun.
Xpeng G6 juga dibebaskan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Namun, pemilik tetap wajib membayar SWDKLLJ senilai Rp143.000 per tahun.
Biaya administrasi penunjang seperti penerbitan STNK Rp100.000 dan TNKB Rp200.000 menambah total pengeluaran pajak dan administrasi kendaraan menjadi sekitar Rp443.000 per tahun.
Jumlah keseluruhan biaya pajak selama lima tahun atau 100.000 km mencapai Rp2.215.000.
Akumulasi total biaya kepemilikan Xpeng G6, termasuk pengisian daya dan pajak, berada di angka Rp42.164.200.
>>> Mahasiswa di Berbagai Daerah Gelar Demonstrasi Kritik Program MBG
Rata-rata dana yang perlu dialokasikan pemilik adalah sekitar Rp8.432.840 per tahun, atau Rp702.738 per bulan, dan sekitar Rp23.424 per hari.