Seorang penumpang wanita dikeluarkan dari Kereta Rangkaian Listrik (KRL) relasi Jakarta Kota-Bogor oleh petugas keamanan dalam (PKD) pada Senin (15/6/2026).
Kejadian bermula saat penumpang tersebut menaruh payung pada gantungan tangan (handgrip) dan ditegur petugas. Ia menolak teguran dan memicu kericuhan di dalam gerbong.
>>> Ghana vs Panama: Laga Perdana Grup L Piala Dunia 2026
Video penurunan paksa itu viral di media sosial. Dalam rekaman, dua petugas PKD menarik keluar wanita yang berontak dan berteriak histeris.
Narasi yang beredar menyebut penumpang sempat memukul petugas setelah adu mulut. Wanita itu juga berteriak meminta tolong karena payungnya tertinggal.
Penjelasan KAI Commuter
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan tindakan tegas diambil setelah petugas memberikan edukasi dan imbauan secara persuasif.
>>> Dokter Ingatkan Masyarakat Verifikasi Nomor BPOM Sebelum Konsumsi Jamu
Respons negatif penumpang dinilai mengganggu kenyamanan pengguna lain. Petugas kemudian menurunkan penumpang di stasiun terdekat untuk pemeriksaan dan pembinaan.
Setelah diturunkan, penumpang diberikan penjelasan mengenai regulasi dan tata tertib kereta. Masalah selesai dengan baik dan ia diizinkan melanjutkan perjalanan dengan rangkaian berikutnya.
>>> Jaime Alguersuari Prediksi Marc Marquez Pensiun dari MotoGP Musim Depan
KAI Commuter mengedepankan kenyamanan dalam setiap penanganan. Pengguna diharapkan mematuhi aturan dan saling menghormati demi perjalanan yang aman, nyaman, dan tertib.