Spesies yang dipamerkan saat ini didatangkan langsung dari fasilitas pembiakan di Jepang. Manajemen BXSea berencana menyebarluaskan hasil budidaya lokal ke berbagai akuarium lain di masa depan.
>>> Kementan Kucurkan Insentif Rp 375 Miliar demi Swasembada Bawang Putih
"Mereka punya stok pot-bellied seahorse hasil breeding dan mereka hibahkan ke kita.
Kita juga belajar dari Jepang supaya kita bisa melakukan breeding agar selanjutnya kita juga bisa hibahkan ke akuarium-akuarium sejenis di Indonesia, bahkan mungkin nanti ke luar negeri," tambah Sri Agung Agus Putranto.
Metode pemeliharaan satwa di YO-GYO Aquarium menitikberatkan pada pembesaran biota sejak fase telur. Satwa yang dinilai siap kemudian didistribusikan ke institusi yang memiliki komitmen edukasi serupa.
"Institusi kami memang berfokus merawat dan membiakkan anak-anak ikan dari fase telur.
Ketika dirasa cukup besar, ikan-ikan muda tersebut kami nyatakan graduate dan dihibahkan secara gratis ke berbagai akuarium di dunia yang dinilai memiliki ekosistem serta komitmen edukasi yang kuat, yang kini salah satunya mencakup BXSea di Indonesia," papar Koji Ishigaki, Perwakilan manajemen YO-GYO Aquarium.
Dukungan regulasi terhadap inisiatif pelestarian ex-situ lintas negara ini diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemerintah menekankan pentingnya adopsi standar internasional dalam pengelolaan satwa migran tersebut.
"Kerja sama ini adalah momentum emas untuk transfer ilmu pengetahuan, teknologi, serta penerapan standar internasional dalam pemeliharaan satwa," ungkap Sarmintohadi, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sektor swasta dinilai memiliki peran krusial mengingat luasnya wilayah laut Indonesia yang membutuhkan pengawasan bersama. Selain pemerintah, dunia sains juga memandang kemitraan ini sebagai peluang riset yang luas.
"Peluncuran eksibisi satwa impor ini ibarat puncak gunung es (tip of the iceberg) dari rencana kolaborasi riset yang jauh lebih besar.
Ingat, fungsi dari konservasi tidak sekadar berpusat pada upaya menyelamatkan satwa, tetapi juga memberi ruang untuk meneliti serta memberdayakannya secara terukur demi kepentingan pendidikan lingkungan," tegas Decky Indrawan Junaedi, Kepala Pusat Riset Sistem Biota BRIN.
Guna menjaga akuntabilitas pelaksanaan proyek, pendampingan secara ilmiah akan diberikan oleh lembaga riset negara. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai koridor saintifik.
>>> Cara Nonton Live Streaming Portugal vs Kongo Piala Dunia 2026
"BRIN siap mendampingi BXSea sebagai fasilitator riset pendukung, sehingga setiap inovasi yang dihadirkan tetap memiliki landasan saintifik yang dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Decky Indrawan Junaedi.