Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, menyatakan bahwa masyarakat diperbolehkan meminum jamu setiap hari.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam siaran langsung Instagram Kementerian Kesehatan RI pada Selasa (16/6/2026). Syarat utamanya adalah produk yang digunakan aman dan dikonsumsi dengan cara yang benar.
>>> Mendikdasmen Ajukan Tambahan Anggaran Rp40,75 Triliun ke DPR
"Apakah jamu boleh diminum setiap hari? Boleh," kata dr. Inggrid.
Keamanan Produk Jadi Prioritas
Masyarakat diingatkan untuk memahami tujuan penggunaan jamu, baik untuk menjaga kebugaran umum maupun mengatasi kondisi kesehatan tertentu.
Keamanan produk menjadi prioritas utama. Pemilihan jamu yang memiliki izin edar resmi dari BPOM sangat direkomendasikan.
"Yang penting gunakan jamu yang legal, yang memiliki nomor izin edar dari BPOM," ujar Inggrid.
Proses registrasi di BPOM memastikan produk telah melewati pemeriksaan mutu. Konsumen juga diminta tidak mempercayai klaim kesembuhan instan di media sosial.
>>> Polda Riau Serahkan Tiga Tersangka Perusakan Mangrove ke Kejaksaan
Inggrid menegaskan bahwa jamu tidak boleh menggantikan obat dokter untuk penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi.
"Jangan menghentikan obat yang diberikan dokter hanya karena merasa sudah minum jamu," kata Inggrid.
Penggunaan jamu berfungsi sebagai pendamping kesehatan, bukan pengganti terapi medis utama. Jika muncul gejala alergi atau gangguan pencernaan, konsumsi harus segera dihentikan.
Manfaat jamu akan bekerja optimal jika masyarakat tetap menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga makanan bergizi, berolahraga, dan tidur cukup.
>>> Pemerintah Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas untuk Cegah Korupsi
"Jamu adalah salah satu upaya untuk menjaga kesehatan, tetapi tetap harus didukung gaya hidup sehat," ujar dr. Inggrid.