Beberapa stasiun televisi kedapatan terlambat menayangkan kembali laga langsung karena durasi iklan melebihi batas waktu jeda tiga menit.
Komentator olahraga Joe Pompliano menulis, "Mereka bahkan tidak menyembunyikan tujuan jeda hidrasi ini.
>>> Timnas Portugal Hadapi Kongo pada Laga Perdana Piala Dunia 2026
Suhu 75 derajat Fahrenheit di bawah atap di SoFi, penyiar mengatakan 'itu akhir kuarter pertama,' dan kemudian langsung ke iklan.
Berakhir sudah pertandingan."
Polemik semakin memanas karena FIFA juga melarang membawa botol air minum isi ulang pribadi ke area stadion demi alasan keamanan.
Dasar Medis dan Kritik Ilmiah
Dari sudut pandang medis, FIFA berargumen kebijakan ini memiliki landasan kuat untuk melindungi pemain dari cuaca panas ekstrem.
Penelitian di jurnal Sports Medicine akhir 2025 menunjukkan suhu inti tubuh pemain bisa melonjak hingga mendekati 40 derajat Celsius, berisiko memicu heat stroke fatal.
Kepala Petugas Turnamen AS untuk Piala Dunia 2026, Manolo Zubiria, menegaskan aturan ini bersifat mutlak untuk menjaga konsistensi di seluruh wilayah penyelenggaraan.
"Untuk setiap pertandingan, di mana pun dimainkan, terlepas dari atap atau suhu, akan ada hydration break selama tiga menit," tegasnya.
Namun, sekelompok ilmuwan internasional menilai mitigasi FIFA tidak memadai.
Melalui surat terbuka yang dikoordinasikan New Weather Institute, 20 akademisi mendesak durasi jeda diperpanjang menjadi lima hingga enam menit karena risiko indeks panas di Amerika Utara lebih ekstrem akibat perubahan iklim.
Direktur New Weather Institute, Andrew Simms, mengatakan, "Keselamatan pemain perlu perhatian langsung dan mendesak karena berbagai hal bisa memburuk dengan sangat cepat ketika orang terlalu kepanasan."
Ia khawatir FIFA bermain sembrono dengan kesehatan pemain.
Profesor Douglas Casa dari University of Connecticut menilai durasi tiga menit terlalu singkat untuk menurunkan suhu inti tubuh secara efektif.
"Istirahat hidrasi di setiap babak perlu lebih lama, setidaknya lima menit dan sebaiknya enam menit," urainya.
Ia berharap surat terbuka ini meyakinkan FIFA memperbarui pedoman panasnya sebelum Piala Dunia.
Sebagai langkah mitigasi tambahan, FIFA menyatakan tetap mengoperasikan model pemantauan cuaca real-time menggunakan parameter Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) di setiap kota inang.
>>> Kementerian Kehutanan Luncurkan Sistem Digital Jaga Rimba
Kebijakan darurat akan disesuaikan jika suhu melampaui ambang batas aman 28 derajat Celsius.