Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah akan segera ditandatangani.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.
>>> Cristiano Ronaldo Samai Rekor Enam Piala Dunia Lionel Messi
"Kesepakatan yang kita capai dengan Iran pada hari Minggu akan segera ditandatangani, besok (Kamis), mungkin lusa (Jumat)," kata Trump.
Rencananya, penandatanganan akan berlangsung di Swiss dengan dihadiri Wakil Presiden JD Vance sebagai perwakilan AS.
Meski waktu pasti belum dapat dipastikan, Trump optimistis terhadap kelanjutan proses diplomasi ini. "Kita kemungkinan besar akan menandatangani kesepakatan," tambahnya.
Ancaman Tindakan Militer Jika Iran Langgar Perjanjian
Dalam konferensi pers penutupan KTT G7, Trump menegaskan sikap keras militer AS jika Iran melanggar poin-poin perjanjian. "Jika mereka tidak berperilaku baik, mereka akan dihantam lagi," ujar Trump.
>>> Lionel Messi Ungkap Alasan Menangis di Piala Dunia 2026
Menurut Trump, ancaman tersebut akan membuat Iran tetap mematuhi kesepakatan. "Tetapi mereka tidak ingin dibom, mereka tidak ingin dihantam," katanya.
Terkait kehadirannya di lokasi acara, Trump membuka kemungkinan tetap berada di Eropa. Namun, ia menilai nota kesepahaman itu bukan dokumen yang memerlukan tanda tangan presiden secara langsung.
Ketika ditanya mengenai pengutusan JD Vance untuk menghindari tanggung jawab jika kesepakatan gagal, Trump berseloroh. "Jika berhasil, saya akan mengambil pujiannya, jika tidak berhasil, saya akan menyalahkan JD!
Lebih baik kau hati-hati, JD!" canda Trump.
>>> Portugal Hadapi Republik Demokratik Kongo di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026
Washington juga telah mengirimkan salinan draf kesepakatan kepada Israel. Langkah ini dilakukan setelah muncul laporan mengenai ketegangan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.