Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatangani memorandum kesepakatan damai pada Rabu (17/6/2026) malam.
Dokumen tersebut disusun dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Farsi atas permintaan Iran untuk menjaga transparansi tinggi bagi publik.
>>> Saham SpaceX Melemah 4,95 Persen Setelah Reli Tiga Hari
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan langkah ini mewakili tingkat transparansi tertinggi dalam komunikasi publik mereka.
Ia menambahkan bahwa penggunaan dua bahasa bertujuan menghindari potensi kesalahan penafsiran di kemudian hari.
Pemerintah Iran menegaskan versi Farsi sepenuhnya selaras dengan versi Inggris dan memiliki keabsahan yang kuat.
Peran Pakistan dan Qatar sebagai Mediator
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memberikan respons positif, mengingat negaranya menjadi salah satu fasilitator negosiasi.
Sharif menyatakan bahwa MoU Islamabad akan berlaku segera, dengan Iran membuka kembali Selat Hormuz dan AS mencabut blokade angkatan laut.
>>> Kemenag Siapkan Beasiswa INSIGHT untuk 100 Ribu Mahasiswa Internasional
Pakistan bersama Qatar selaku mediator bersama kini mempersiapkan langkah diplomasi lanjutan.
Upacara resmi dijadwalkan pada Jumat (19/6) di Swiss untuk memperingati peristiwa ini dan memulai pembicaraan tingkat teknis.
Menurut Sharif, keterlibatan langsung para pemimpin tertinggi menunjukkan keseriusan menghentikan konflik lewat diplomasi.
Trump menandatangani dokumen di Istana Versailles setelah menghadiri KTT G7 bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.
>>> AS dan Iran Sepakati Perjanjian Sementara Buka Selat Hormuz
Pemerintah Iran juga telah mengeluarkan konfirmasi resmi mengenai penandatanganan dokumen pemutusan perang tersebut.