Saham SpaceX akhirnya mengalami penurunan harga untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa.
Pada perdagangan Rabu (17/6/2026), nilai saham perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk itu merosot 4,95 persen menjadi 191,82 dolar AS per lembar.
>>> Kemenag Siapkan Beasiswa INSIGHT untuk 100 Ribu Mahasiswa Internasional
Koreksi ini menyudahi tren penguatan tiga hari berturut-turut yang sempat membawa valuasi SpaceX masuk dalam jajaran entitas bisnis paling bernilai di dunia.
Sehari sebelumnya, kapitalisasi pasar SpaceX bahkan sempat melampaui Microsoft dan menempati posisi kelima terbesar global, mengungguli Amazon.
Aktivitas pembelian dari investor individu terpantau sangat masif selama beberapa hari terakhir.
Sejak IPO, harga saham SpaceX sempat melesat hingga 58 persen di atas harga perdana akibat tingginya permintaan ritel.
Investor Ritel Masih Dominan
Lembaga riset Vanda Research melaporkan bahwa antusiasme pemodal individu terhadap saham ini masih sangat tinggi. Kelompok investor ini secara konsisten mencatatkan pembelian bersih terbesar pada setiap hari perdagangan.
"SpaceX kini menjadi saham yang paling banyak dibeli investor ritel selama tiga sesi perdagangan berturut-turut.
Pembelian bersih pada sesi sebelumnya mencapai 144,6 juta dolar AS," tulis Vanda Research.
>>> AS dan Iran Sepakati Perjanjian Sementara Buka Selat Hormuz
Secara akumulatif, investor ritel telah membelanjakan 369,8 juta dolar AS untuk membeli saham SpaceX dalam tiga sesi terakhir.
Nilai itu jauh melampaui volume pembelian bersih pada ETF Nasdaq QQQ yang sebesar 100 juta dolar AS dan Nvidia senilai 88,2 juta dolar AS.
Pergerakan harga yang fluktuatif juga dipicu oleh minimnya suplai saham di pasar reguler.
Hanya sekitar 4,2 persen dari total saham perusahaan yang dilepas dan dapat diperjualbelikan sejak hari pertama melantai.
Di sisi lain, pelaku pasar mulai mengantisipasi potensi penambahan pasokan ketika masa penguncian (lock-up) berakhir. Situasi itu akan membuka kesempatan bagi pemegang saham internal untuk menjual aset mereka.
Kondisi pasar opsi juga mulai menunjukkan dinamika baru setelah perdagangan kontrak opsi SpaceX resmi dibuka pada Selasa.
>>> Komdigi Tangani Ribuan Pelanggaran HKI di Situs Ilegal
Volume transaksi instrumen derivatif ini dilaporkan melampaui 1,7 juta kontrak, dengan porsi kontrak put meningkat hingga 44 persen dari total volume perdagangan.