Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditutup melonjak 10,19 persen ke level Rp173 per lembar pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026, di Bursa Efek Indonesia.
Volume perdagangan saham BUMI mencapai 450,7 juta saham dengan frekuensi 201.171 kali. Nilai transaksi tercatat Rp2,35 triliun.
>>> Pertamina Rilis Daftar Harga BBM 18 Juni 2026 Seluruh Indonesia
Investor asing membukukan penjualan bersih Rp335,57 miliar, sementara pemodal domestik mencatat aksi beli bersih Rp335,6 miliar melalui Stockbit Sekuritas.
Penguatan ini melanjutkan tren positif pada 12 Juni 2026 saat saham BUMI melambung 12,14 persen.
MNC Sekuritas menyebut penguatan didorong peningkatan volume pembelian yang signifikan hingga berada di atas MA20.
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi buy on weakness dengan rentang harga beli 157-170, target pertama 214, target kedua 238, dan stoploss di bawah 153.
Kenaikan harga saham terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2026 di JS Luwansa Hotel, Jakarta.
>>> Bahlil Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk Atasi Kendala Pasokan PLN
Agenda rapat meliputi pengesahan neraca dan laba rugi tahun buku 2025, perubahan susunan pengurus, serta penyesuaian anggaran dasar terhadap KBLI 2025.
Secara fundamental, BUMI berhasil memangkas utang dari USD 1,87 miliar pada 2021 menjadi USD 453 juta pada akhir 2025.
Laba bersih 2025 mencapai US$ 81 juta, tumbuh 20,1 persen dari tahun sebelumnya.
Perseroan juga melakukan kuasi reorganisasi untuk menghapus defisit posisi keuangan yang sempat mencapai US$ 2,28 miliar per 31 Desember 2024.
Selain batu bara melalui PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia, BUMI melakukan diversifikasi ke mineral strategis lewat PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
>>> Inggris Kalahkan Kroasia 4-2 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Proyek emas di Palu dan tembaga-emas di Gorontalo menjadi mesin pertumbuhan baru.