⌂ Beranda News KTO Beri Diskon Tiket Bus 5.000 Won untuk Turis Asing di Korea Selatan

KTO Beri Diskon Tiket Bus 5.000 Won untuk Turis Asing di Korea Selatan

KTO Beri Diskon Tiket Bus 5.000 Won untuk Turis Asing di Korea Selatan
Bus antarkota di Korea Selatan untuk wisatawan asing
A A Ukuran Teks16px

Korea Tourism Organization (KTO) meluncurkan program potongan harga tiket bus ekspres dan antarkota sebesar 5.000 won atau sekitar Rp 60 ribu bagi wisatawan mancanegara.

Program ini berlaku mulai Senin, 15 Juni 2026.

>>> Bengkel Spesialis Ungkap Komponen Fast Moving Motor Listrik yang Perlu Diganti

Insentif transportasi tersebut membatasi kuota pemakaian hanya untuk 8.000 pelancong internasional yang berkunjung ke Korea Selatan.

Langkah ini diambil sebagai strategi mengatasi penumpukan turis asing yang selama ini berpusat di wilayah metropolitan Seoul.

Dalam pelaksanaan program ini, KTO bermitra dengan platform perjalanan Klook yang memberikan layanan eSIM gratis. Selain itu, Go Hanpass juga menyediakan kupon tambahan untuk pengguna.

Program dijalankan di tengah lonjakan kunjungan wisatawan asing pada periode Januari-April 2026 yang mencatatkan rekor tertinggi.

>>> Pramono Anung Resmikan Infrastruktur Baru di HUT ke-499 Jakarta

Pemerintah setempat mencatat adanya kendala berupa minimnya pemahaman wisatawan terhadap mekanisme pemesanan tiket daring.

Akibatnya, mayoritas turis masih melakukan pembelian secara langsung di terminal. Meskipun demikian, pembayaran menggunakan kartu internasional telah diakomodasi sejak Juli 2024.

Data dari Asosiasi Nasional Operator Terminal Bus Korea menunjukkan volume penumpang asing di terminal bus ekspres mencapai 382 ribu orang pada kuartal pertama 2026.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 32,2 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berjumlah 289 ribu orang.

>>> Polisi Selidiki Penemuan Mayat Pria Terikat Kawat di Daan Mogot

"Kami akan terus menjalankan promosi melalui kerja sama pemerintah dan sektor swasta agar wisatawan mancanegara dapat merasakan beragam daya tarik daerah dengan memanfaatkan jaringan transportasi lokal seperti bus dan kereta api," demikian keterangan KTO, dikutip Kamis (18/6).

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru