⌂ Beranda News Konsumsi Listrik Asia Tenggara Melonjak Dipicu Penggunaan AC

Konsumsi Listrik Asia Tenggara Melonjak Dipicu Penggunaan AC

Konsumsi Listrik Asia Tenggara Melonjak Dipicu Penggunaan AC
Penggunaan AC di Asia Tenggara
A A Ukuran Teks16px

Ketergantungan Tinggi pada Bahan Bakar Fosil

Lebih dari 70 persen tambahan kebutuhan energi di Asia Tenggara masih dipasok oleh bahan bakar fosil, dengan batu bara sebagai komoditas utama yang tumbuh rata-rata 8 persen per tahun.

Porsi batu bara dalam bauran energi regional naik menjadi 30 persen pada 2024 dari sebelumnya 20 persen pada 2015.

Sementara itu, sektor energi terbarukan tumbuh rata-rata 7 persen per tahun, di mana pembangkit listrik tenaga surya dan angin melesat 35 persen per tahun.

Kapasitas energi terbarukan di Asia Tenggara menyentuh 120 gigawatt (GW) pada 2024 dan diproyeksikan naik tiga kali lipat pada 2035 melalui skenario kebijakan saat ini.

Untuk mengimbangi pertumbuhan ini, jaringan transmisi dan distribusi listrik di Asia Tenggara perlu dikembangkan lebih dari dua kali lipat hingga 2050.

>>> 11 Kapal Tanker Iran Tembus Blokade Laut AS Usai Kesepakatan Damai

Nilai investasi untuk jaringan listrik dan penyimpanan energi juga harus ditingkatkan dari 13 miliar dollar AS menjadi sekitar 50 miliar dollar AS pada 2050 demi memenuhi target pemerintah.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru