⌂ Beranda News AS dan Iran Mulai Kesepakatan Damai Sementara 60 Hari

AS dan Iran Mulai Kesepakatan Damai Sementara 60 Hari

AS dan Iran Mulai Kesepakatan Damai Sementara 60 Hari
Bendera Amerika Serikat dan Iran
A A Ukuran Teks16px

Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi memulai pelaksanaan kesepakatan damai sementara pada Jumat (19/6/2026). Kesepakatan ini membuka jalan bagi perundingan baru terkait program nuklir Teheran.

Langkah deeskalasi konflik ditandai dengan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Washington telah mengakhiri blokade maritim yang sebelumnya diberlakukan.

>>> Indonesia dan Kuwait Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Energi

Pengaktifan nota kesepahaman (MoU) berdampak langsung pada penurunan harga minyak Brent.

Harga minyak turun di bawah 80 dolar AS per barel, dari sebelumnya yang sempat mendekati 95 dolar AS per barel.

Masa negosiasi ini dijadwalkan berlangsung selama 60 hari ke depan. Wakil Presiden AS, JD Vance menegaskan keterbukaan Selat Hormuz menjadi syarat mutlak dalam perundingan lanjutan.

"Jika selat itu tidak terbuka, maka tidak akan ada kesepakatan final," kata Vance kepada wartawan di Gedung Putih.

Ia menambahkan bahwa wilayah perairan internasional harus bebas dari segala jenis pungutan komersial bagi kapal yang melintas.

"Kami percaya jalur perairan internasional harus bebas dari pungutan.

Negara-negara di kawasan akan bersama-sama menyusun kerangka keamanan yang tepat untuk selat tersebut di masa depan," ujar Vance.

>>> Jonathan David Samai Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Terkait keberatan dari pihak Israel mengenai pelonggaran sanksi terhadap Teheran, Vance mengingatkan posisi Washington sebagai mitra strategis utama.

"Jika saya berada di kabinet pemerintah Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang masih saya miliki di dunia," kata Vance.

Presiden AS, Donald Trump menyampaikan bahwa kekhawatiran atas stabilitas ekonomi global menjadi dorongan utama di balik persetujuan kesepakatan ini.

"Kita tidak akan memiliki pasokan minyak selama berbulan-bulan. Selama bom masih dijatuhkan, jalur itu otomatis tertutup," kata Trump dalam wawancara dengan Axios.

Trump juga menekankan risiko fatal jika Selat Hormuz mengalami kelumpuhan operasional dalam jangka panjang. "Itu adalah jenis peristiwa yang bisa menyebabkan depresi ekonomi di seluruh dunia," ujar Trump.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengumumkan pasukan mereka tidak lagi menghambat pergerakan kapal tanker dari dan menuju pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman.

>>> Jaksa Tuntut Hukuman Mati Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Sementara itu, berdasarkan salinan dokumen yang diunggah Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Teheran membebaskan biaya lintas bagi kapal komersial selama 60 hari ke depan guna memulihkan lalu lintas pelayaran sepenuhnya dalam waktu 30 hari.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru