⌂ Beranda News Pemerintah Indonesia Raih Dukungan China untuk Penerbitan Panda Bond

Pemerintah Indonesia Raih Dukungan China untuk Penerbitan Panda Bond

Pemerintah Indonesia Raih Dukungan China untuk Penerbitan Panda Bond
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan pejabat China
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Indonesia meraih dukungan penuh dari People’s Bank of China (PBOC) untuk rencana penerbitan perdana obligasi berdenominasi yuan, yang dikenal sebagai Panda Bond, di pasar domestik China.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya diversifikasi pembiayaan pembangunan guna memperluas sumber pendanaan dan mengurangi ketergantungan pada satu pasar keuangan.

>>> OJK Tanggapi Penurunan Peringkat Aksesibilitas Pasar oleh MSCI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta para investor di Beijing.

"Hasilnya cukup baik. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat," ujar Purbaya.

Komitmen dari otoritas keuangan China menjadi krusial, terutama terkait percepatan proses perizinan penerbitan instrumen utang luar negeri ini.

"Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan.

Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat," kata Purbaya.

Penjajakan pasar ini juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pembiayaan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

"Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja.

Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China," ujar Purbaya.

>>> Kecelakaan Xiaomi SU7 di China, Sistem ADAS Dipertanyakan

Pertemuan tatap muka tersebut juga dimanfaatkan untuk meredam kekhawatiran sejumlah investor China mengenai kondisi fiskal dan fundamental ekonomi nasional.

"Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat," kata Purbaya.

Pemerintah memastikan kondisi keuangan negara tetap sehat melalui pengelolaan defisit anggaran yang ketat serta tren peningkatan penerimaan pajak.

"Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah.

Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik," ujar Purbaya.

Aktivitas penggalangan dana luar negeri ini tetap mengedepankan prinsip bebas aktif tanpa memihak blok geopolitik manapun.

"Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik.

>>> Kanada Gilas Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Cedera Parah

China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya," kata Purbaya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru