⌂ Beranda News MPR Dukung Perjanjian Damai AS-Iran, Minta Stabilitas Kawasan Terjaga

MPR Dukung Perjanjian Damai AS-Iran, Minta Stabilitas Kawasan Terjaga

MPR Dukung Perjanjian Damai AS-Iran, Minta Stabilitas Kawasan Terjaga
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendukung perjanjian damai AS-Iran
A A Ukuran Teks16px

Meskipun naskah perjanjian berfokus pada wilayah Lebanon sebagai area luar yang harus dilindungi dari serangan, penyelesaian konflik di Gaza tetap dipandang sebagai kunci utama stabilitas kawasan.

>>> Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun untuk Rehabilitasi 1.397 Madrasah Tsanawiyah

Fokus dunia internasional diharapkan kembali tertuju pada pemenuhan hak kemerdekaan Palestina yang telah diakui mayoritas anggota PBB.

"Memang Gaza/Palestina tidak disebut dalam perjanjian tersebut, tetapi penting diingatkan, dengan berhentinya perang AS versus Iran itu maka perjanjian damai yang hentikan tragedi di Gaza/Palestina penting segera bisa diwujudkan juga, karena selama terjadinya perang AS dan Iran, Israel malah memanfaatkan kondisi beralihnya perhatian dunia itu untuk tidak melaksanakan kesepakatan gencatan senjata," tegasnya.

Peralihan perhatian global selama perselisihan AS-Iran disinyalir menjadi celah bagi peningkatan eskalasi di wilayah tepi barat dan tempat suci.

Oleh karena itu, penghentian konflik pertikaian utama ini harus menjadi momentum untuk menegakkan perdamaian yang lebih luas.

"Israel justru malah semakin brutal melakukan kejahatan atas Gaza dan memperluas kejahatannya di West Bank dan Masjid Al Aqsha, ini harus kembali menjadi titik sentral perhatian dunia, agar terciptalah stabilitas kawasan dan hadirlah perdamaian dengan kemerdekaan Palestina," imbuhnya.

Pemerintah Indonesia didorong untuk mengoptimalkan peran diplomasi luar negerinya demi mendukung kemerdekaan Palestina di panggung internasional.

Di sisi lain, eksekutif juga diminta tetap menjaga fokus dalam menyelesaikan berbagai persoalan di dalam negeri.

"Pemerintah Indonesia juga bisa terus memainkan peran penting politik luar negerinya untuk terciptanya perdamaian dunia dan merdekanya Palestina, di samping tetap fokus mengatasi masalah-masalah domestik di Indonesia," tuturnya.

Tindakan militer yang tidak sejalan dengan semangat perdamaian menunjukkan posisi kepemimpinan Israel yang dinilai merugikan kepentingan global, termasuk kepentingan domestik sekutu Baratnya.

Amerika Serikat didesak untuk mengambil posisi tegas dalam penegakan hukum internasional di forum global.

>>> OJK Respons Hasil Review MSCI Terkait Status Pasar Modal Indonesia

"Maka bila Israel tetap saja bersikap yang tidak sesuai dengan perjanjian perdamaian dengan terus melancarkan serangan militer baik terkait Lebanon maupun Gaza/Palestina, agar khususnya AS tak lagi mempergunakan hak vetonya membela Israel, agar hukum internasional yang terus ditabrak oleh Israel dapat ditegakkan, agar perdamaian mendasar dapat diwujudkan dengan dihentikannya tragedi kemanusiaan di Gaza/Palestina, bahkan dengan diakuinya kemerdekaan Palestina," pungkasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru