⌂ Beranda News BYD: Penutupan Dealer Jepang Dampak Alami Transisi Elektrifikasi

BYD: Penutupan Dealer Jepang Dampak Alami Transisi Elektrifikasi

BYD: Penutupan Dealer Jepang Dampak Alami Transisi Elektrifikasi
Mobil listrik BYD di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Sementara segmen LCGC konvensional mengalami koreksi.

Penjualan mobil listrik pada 2022 sebanyak 10.327 unit, 2023 sebanyak 17.051 unit, 2024 sebanyak 43.188 unit, dan pada Januari-Mei 2026 mencapai 57.087 unit (naik 80 persen dibanding periode yang sama tahun lalu).

Penjualan mobil hybrid pada 2020 sebanyak 1.191 unit, 2021 sebanyak 2.472 unit, 2022 sebanyak 10.344 unit, 2023 sebanyak 54.179 unit, 2024 sebanyak 59.903 unit, 2025 sebanyak 65.943 unit, dan Januari-Mei 2026 sebanyak 34.151 unit (naik 49,7 persen).

Penjualan mobil PHEV pada 2025 sebanyak 5.270 unit, dan Januari-Mei 2026 sebanyak 2.601 unit (naik 416 persen).

>>> Prabowo Kumpulkan Petinggi Bank BUMN di Istana Merdeka, Ini Arahan Strategisnya

Sementara penjualan mobil bensin segmen LCGC pada Januari-Mei 2026 sebanyak 46.055 unit (minus 22,9 persen), dan non LCGC & komersial ICE sebanyak 219.121 unit (naik 7,6 persen).

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru