Ini akan meredakan banyak ketegangan yang selama ini meningkat di kawasan maupun di luar kawasan," ujarnya kepada DW.
Ia menambahkan, ketegangan di kawasan juga berdampak luas, termasuk pada harga dan stabilitas energi global. "Krisis energi tidak hanya memengaruhi pemerintah, tetapi juga masyarakat biasa.
Jadi untuk saat ini, setidaknya ada sedikit kelegaan di berbagai pihak," katanya.
Namun Macron juga memberi catatan hati-hati soal prospek jangka panjang kesepakatan tersebut. "Apakah ini menyelesaikan semuanya?
Tidak. Apakah ada risiko?
Ya," ujarnya kepada wartawan.
Kesepakatan AS-Iran Masih Interim, Belum Mengikat Penuh
Meski kerangka kesepakatan antara Amerika Serikat Donald Trump dan Iran disambut sebagai langkah awal, sejumlah pihak menilai belum ada kesepakatan yang benar-benar final.
Perdebatan soal istilah seperti treaty (perjanjian), memorandum, hingga communique biasanya menjadi ranah diplomat.
Namun dalam kasus ini, perbedaan tersebut dianggap penting karena menyangkut status sebenarnya dari kesepakatan yang diumumkan.
Intinya, menurut sejumlah pengamat, belum ada "deal" yang benar-benar mengikat.
Yang ada saat ini baru kesepakatan sementara untuk menghentikan pertempuran dan membuka kembali Selat Hormuz, yang sebelumnya terdampak konflik.
Dengan kata lain, kesepakatan ini lebih merupakan upaya merespons situasi perang yang sudah terjadi, bukan mengembalikan kondisi seperti sebelum konflik.
>>> Jadwal Libur Kenaikan Kelas 2026 di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi
"Pemerintah AS sebenarnya bisa mendapatkan kesepakatan yang lebih baik, tetapi ada dorongan untuk segera membuka Selat Hormuz," kata Miad Maleki, peneliti senior di Foundation for the Defense of Democracies di Washington, kepada DW.
Lembaga kajian tersebut dikenal memiliki pandangan keras terhadap Iran dan mendukung opsi militer terhadap negara itu.
Maleki juga menyoroti faktor politik domestik di Amerika Serikat, termasuk tekanan menjelang pemilu paruh waktu yang membuat pemerintah berada di bawah "jam politik" yang terus berjalan.
Trump Klaim Kesepakatannya Lebih Ketat dari JCPOA Era Obama
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa inti dari kesepakatan barunya dengan Iran adalah memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.