⌂ Beranda News Pasca Registrasi Kartu SIM Biometrik, Penyalahgunaan Identitas Diklaim Menyusut

Pasca Registrasi Kartu SIM Biometrik, Penyalahgunaan Identitas Diklaim Menyusut

Pasca Registrasi Kartu SIM Biometrik, Penyalahgunaan Identitas Diklaim Menyusut
Ilustrasi: Pasca Registrasi Kartu SIM Biometrik, Penyalahgunaan Identitas Diklaim Menyusut
A A Ukuran Teks16px

Seharusnya nanti bisa mendekati nol karena seluruh celah sudah ditutup sejak 1 Juli," jelasnya.

Disampaikan Dany, penurunan tersebut menunjukkan bahwa implementasi biometrik wajah mampu menekan upaya registrasi menggunakan identitas yang tidak sah atau disalahgunakan.

Di sisi lain, jumlah masyarakat yang melakukan registrasi menggunakan biometrik justru terus meningkat.

Hingga 5 Juli 2026, rata-rata registrasi biometrik harian di tiga operator seluler telah mencapai 201.421 pengguna.

Secara kumulatif, sejak kebijakan mulai dijalankan pada Januari hingga 5 Juli 2026, tercatat sekitar 4,9 juta pelanggan telah melakukan registrasi SIM card prabayar menggunakan verifikasi biometrik wajah.

"Kalau kita lihat tren implementasi kebijakan biometrik ini, registrasi biometrik terus meningkat. Sampai 5 Juli sudah ada sekitar 4,9 juta pelanggan yang melakukan registrasi biometrik," tutur Dany.

>>> Head-to-Head Argentina vs Mesir: Albiceleste Pernah Menang Besar

Komdigi menilai tren tersebut menjadi indikator awal bahwa penerapan biometrik wajah tidak hanya meningkatkan akurasi validasi identitas pelanggan, tetapi juga efektif mempersempit ruang bagi penyalahgunaan data kependudukan untuk registrasi SIM card prabayar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM